Teknologi pada mobil berkembang dengan pesatnya, namun tetap membutuhkan aki mobil untuk menyalakan atau starter mobil. Hal ini membuat posisi aki mobil menjadi krusial, bila tidak diperhatikan dengan baik maka aki mobil bisa cepat soak dan mobil gampang ngadat atau mogok. Sudah bermacam pengalaman dialami bagi yang sembarangan dalam menggunakan aki atau baterai mobil, akibatnya mobil gampang mogok atau terjadi kebakaran.
Sebenarnya cukup mudah dalam merawat aki mobil agar awet dan tidak mudah rusak, karena semua terlihat di bagian luar aki tersebut. Misal pada aki basah akan terlihat titik atau level ketinggian aki yang harus diperhatikan. Bila air akinya kurang, maka harus cepat diisi agar kemampuan cell pada aki tidak berkurang atau rusak. Pada aki kering tentunya tidak bermasalah dengan air aki.
Kemudian juga perhatikan posisi terminal aki atau kutub-kutubnya, bila berkarat atau berkerak maka segera bersihkan. Caranya cukup mudah dengan menggunakan sikat besi atau amplas untuk menghilangkan karat atau kerak yang menempel. Karena bila dibiarkan bisa menghambat hantaran arus listriknya.
Juga saat mengembalikan kabel terminal pada kutub aki, harus dalam kondisi yang menempel erat dan tidak goyang. Karena bila goyang bisa mengakibatkan adanya percikan listrik dan bisa berakibat kebakaran pada kabel dan merambat ke seluruh mobil. Jadi sewaktu memasang kembali kutub aki, cek dengan mengoyang kabelnya, pastikan terpasang erat.
Bila mobil diparkir di garasi dalam waktu yang relative lama, mungkin sedang pergi liburan untuk beberapa hari, maka lebih baik lepas kutub kabel negatif dari terminal aki. Ini untuk menghindari aki tekor atau konsleiting yang bisa terjadi akibat hal lainnya. Pengalaman sering terjadi aki habis akibat ditinggal pergi untuk jangka lama dengan kondisi kabel yang masih menempel pada terminal aki.
Perhatikan pula saat sebelum mematikan mobil, maka lebih baik untuk menswitch off semua perangkat di mobil. Mulai dari radio-tape, AC, lampu, charger ponsel, yang semuanya bisa membebani fungsi aki saat akan menyala. Ini mengingat kondisinya yang tidak recharge akibat mesin tidak menyala.
Juga secara berkala cek system kelistrikan pada aki, ini mengingat aki bisamudah rusak bila recharge dari mesin mobil berlebihan. Ini sering terjadi bila beberapa komponen dalam system kelistrikan yang rusak. Sebaiknya memang dibawa ke bengkel karena memang mereka memiliki alat yang lengkap untuk mengecek semua komponen tersebut.
Aki memang tergantung pada mesin mobil yang menyala untuk recharge setiap waktunya. Jadi lebih baik untuk tidak menggunakan fitur elektronik seperti AC, lampu, radio-tape, charger ponsel, saat posisi mesin sedang mati. Bila memang mendesak buat charger misalnya, maka nyalakan mesin mobil juga. Ini untuk menghindari aki menjadi tekor dan tidak bisa buat nyalakan atau starter mobil.