.

Tips Berkendara di Jalanan yang Berdebu Vulkanik

18 Feb 2014

Tidak mudah berkendara di jalanan yang terguyur oleh hujan abu atau debu vulkanik, resiko terjadi kecelakaan semakin besar. Ini mengingat jarang pandang yang kurang bagus terhalang kepekatan debu vulkanik dan medan yang dilalui juga nebjadi lebih licin. Demi keselamatan berkendara memang dianjurkan menghindari jalur berdebu vulkanik, namun bila tidak ada alternatif jalan lain, mau tidak mau harus mempersiapkan diri dan lebih ekstra hati-hati.

Kondisi jarang pandang adalah hal penting dalam berkendara ada ukuran jarang pandang yang masih bisa ditolerir. Bila dibawah lima meter memang seharusnya berhenti, parkir di tempat yang aman sampai jarang pandang menjadi membaik. Namun bila kondisi mendesak dan harus berkendara, maka kurangi laju kecepatan mobil dari 10-30 kilometer perjam.

Memang menjadi sangat lambat, namun akan ada rentang waktu untuk merespon kemudi, baik untuk mengerem maupun mengatur kemudi mobil. Juga jaga jarak dengan kendaraan di depannya, biasanya kedip lampu di depan bisa menjadi ukuran. Meskipun kadang nyala kedipnya sudah sangat sulit untuk dilihat.

Usahakan pula kondisi viper dan air pembersih dalam keadaan siap pakai, cek dulu sebelum menyalakan mobil. Mulai dari air viper, kebersihan kaca depan, kondisi viper, semuanya harus dalam kondisi oke. Ini untuk meningkatkan jarang pandang saat kaca mobil terkena debu vulkanik.

Kemudian jangan lupa mengecek saringan angin, bila terutup debu atau abu vulkanik maka bersihkan dulu filternya. Bila kondisinya robek maka ganti dengan yang baru. Ini untuk menghindari debu vulkanik masuk ke mesin mobil. Semua persiapan ini untuk meningkatkan kesiapan dan kemampuan mobil menghadapi kondisi medan yang kurang baik.

Memang sangat dianjurkan untuk berkendara di medan yang kurang baik ini, mengingat resiko kecelakaan yang tinggi. Pada beberapa kasus sering terjadi kecelakaan tunggal maupun masal, artinya memang kondisi jalanan tidak layak untuk berkendara. Jarak pandang yang kurang bagus dan jalanan yang licin, membuat kemungkinan buruk bisa saja terjadi.

Meskipun kondisi rem sudah oke, namun biasanya akan sulit untuk bisa pakem. Selalu mobil bisa saja tergelincir dan ngeloyor kearah yang tidak diinginkan, terutama bila kecepatan mobil di atas 40 kilometer per jam. Jadi laju kendaraan sebisanya dijaga antara 10-30 km perjam dan disesuaikan dengan kondisi jalanan.

Bila perlu saat jalanan cukup sepi, lakukan cek kondisi mobil dan medan jalan dengan mengerem maupun manuver di jalanan yang berdebu vulkanik. Lihat respon mobil, sampai sejauh mana bisa berhenti sehabis direm, itulah yang bisa menjadi patokan dalam menjaga jarak mobil dan menentukan laju kecepatan mobil. Waspadai pula pada jalanan yang menikung dan berkelok-kelok, biasanya situasinya bisa lebih beresiko dari jalanan yang lurus.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
logo
Copyright © 2013. Infotipso - All Rights Reserved