Memang mengemudi yang baik dan benar belum tentu mencegah anda dari kecelakaan, soalnya bukan anda saja yang berada di jalan. Biasanya kita sudah hati-hati, eh orang lain ceroboh maka kecelakaan bisa terjadi. Namun dengan mengemudi yang benar bisa meminimalkan resiko terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Memang kemampuan kendaraan yang semakin bagus, membuat orang begitu mudah menginjak pedal gas sesukanya. Kadang saking asiknya sampai gak kuasa menginjak rem, ini biasa terjadi saat belum mengalami kecelakaan. Baru setelah ada kejadian, cara mengemudi mulai hati-hati dan waspada.
Namun anda tidak harus mengalami kecelakaan dulu agar bisa mengemudi secara hati-hati. Disini perlu dikedepankan strategi dalam berkendara, artinya mengemudikan mobil dengan pintar. Semuanya harus dipersiapkan agar saat mengemudi sudah memiliki reflek yang tepat, soalnya kecepatan yang tinggi akan membuat reflek yang cepat bisa mencegah dari kecelakaan.
Memang sih kuncinya hati-hati dan pelan, namun tidak terlalu pelan sehingga tidak berlama-lama di jalan raya. Soalnya terlalu lama di jalan raya bisa membuat stress tersendiri. Otak yang terlalu banyak rangsangan akan membuat semakin agresif dan mudah stress. Jadi kemudikan mobil dengan benar dan bijak.
Cek kendaraan sebelum dipakai
Biasanya ada istilah memanasi mobil, namun sebelum itu cek air radiator, air kpas, oli mesin, oli rem, bila kurang segera tambah. Cek pula ke bawah apakah ada kebocoran oli atau lainnya, istilahnya pastikan mobil dalam kondisi fit. Baru kemudian nyalakan mobil anda, sambil cek lampu riting, lampu kota, lampu dim, lampu rem, lampu parkir, dan kipas kaca. Ini bisa dilakukan sambil mobil dalam kondisi menyala, namun pastikan posisi gir dalam kondisi netral sebelum menstarter kendaraan.
Cek pula kondisi rem kendaraan sebelum dipakai keluar, ini bisa dengan memundurkan mobil sambil mencoba keadaan rem mobil. Juga pastikan melepas rem mesin saat menggerakan kendaraan. Sering terjadi keluapaan kok kendaraan berat sekali, ternyata rem mesinnya belum dilepas.
Pasang sabuk pengaman secara tepat
Sering terjadi soalnya belum masuk jalan besar, maka sabuk pengaman tidak dipakai. Padahal saat memakai sabuk pengaman harus dilakukan secara tepat. Atur dulu posisi duduk, cek pandangan ke semua spion sudah oke, baru pasang sabuk pengaman. Hindari memasang sabuk pengaman asal-asalan.
Sabuk pengaman akan berfungsi optimal bisa tepat “klik”, dan posisinya tepat di tulang paha dan panggul. Ini adalah posisi yang baik untuk melindungi tubuh dari terlempar saat terjadi kecelakaan. Jika pasangnya asal-asalan bisa jadi resiko patah tulang belakang akan semakin besar saat terjadi kecelakaan.
Atur posisi kemudi
Sebenarnya semua jok kemudi memiliki kendali dalam menyesuaikan dengan kondisi mengemudi yang nyaman. Jadi usahakan agar kaki tidak terlalu jauh dari pedal rem, gas maupun kopling. Juga posisi mengemudi harus tegak lurus, tidak membungkuk maupun terlalu bersandar.
Ambil arah jarum 3 dan 9 untuk memegang kemudi, posisi ini akan sangat bagus untuk keseimbangan kemudi. Juga saat memutar kendaraan secara penuh, maupun saat harus memutar badan melihat ke posisi pandang yang lain. Posisi 3 dan 9 memang menjadi standar dalam memegang kemudi.
Mengemudi secara konstan
Jangan mudah terpancing oleh pengendara lain, misal ada yang menyalib secara ekstrim dengan memotong laju mobil anda. Namun anda tidak harus terpancing untuk membalasnya, peringatkan saja dengan satu bunyi klakson pendek, sebagai alarm bagi dia bahwa mengemudinya sudah keliru. Tetap jaga laju mobil agar tetap konstan dan posisi gas stabil.
Teknik begini akan menghemat pemakaian bahan bakar, bila dibandingkan dengan mengemudi dengan kondisi gas yang tidak teratur. Juga mengemudi secara konstan akan menjaga mobil anda dari maneuver yang tidak perlu. Mobil lain juga akan bisa memprediksi arah dan laju mobil anda.
Lihat pandangan jauh ke depan
Memang butuh waktu untuk bisa santai mengemudi, namun ini bisa dilakukan dengan menjaga pandangan jauh ke depan. Setidaknya anda akan bisa mengetahui kondisi jalan jauh di depan dan memiliki antisipasi dengan cepat. Memang mengemudi adalah mengandalkan kecepatan gerak dan antisipasi.
Jadi anda harus memiliki prediksi yang akan terjadi bila mengetahui kondisi jalan jauh di depan. Ini juga bisa menghindarkan dari kemacetan di jalur yang sedang dilalui, kebanyakan orang lebih suka pindah jalur saat sudah macet. Padahal ini akan mengundang klakson bertubi-tubi dari mobil di belakang anda.
Jaga jarak mobil dengan yang lain
Memang respon menginjak rem bisa berbeda satu dengan yang lain, bila anda tidak begitu responsive maka jaga jarak lebih longgar dengan kendaraan di depan anda. Memang resikonya bisa disalib mobil atau sepeda motor, namun ini akan memberi anda kesempatan untuk menginjak rem ataupun pindah jalur.
Biasanya jarak yang cukup bagus bisa mengantisipasi kondisi macet dengan cepat. Memang tidak menganjurkan anda untuk mengemudi secara zig zag, tapi mengemudi yang bisa melalui jalan macet dengan cerdas bisa sampai di tempat lebih cepat dan stress di jalan bisa berkurang. Memang butuh waktu untuk bisa memiliki navigasi pada kemudi mobil anda.