Sebenarnya tidak begitu banyak beda antara mengendarai mobil manual atau biasa dengan mobil matic. Biasanya yang sudah menguasai mobil manual akan dengan cepat mengerti mobil matic. Namun bagi pemula mobil matic memang bisa sedikit triki, meskipun sangat enak dan gampang digunakan untuk belajar mengemudi.
Pada jalanan yang macet memang mobil matic akan mengurangi keluhan seputar pemindahan gigi dan injak kopling yang bertubi-tubi. Memang mobil matic dengan transimisi otomatis akan mengistirahatkan fungsi kopling, perpindahan transimisinya yang otomatis memudahkan dalam menghandel mobil sehingga bisa focus di kemudi dan jalanan. Memang mobil matic lebih nyaman untuk dikendarai maka lumrah harganya lebih mahal dari mobil manual.
Namun jangan lupa bahwa mobil matic membutuhkan perawatan dan penggantian spare part yang lebih mahal ongkosnya dibandingkan mobil manual. Meskipun dengan penggunaan mobil matic yang benar sekalipun, tetap saja biaya servis lebih mahal. Namun jangan khawatir dengan menggunakan mobil matic yang tepat akan bikin spare part lebih awet dan lebih irit biaya perawatan.
Mengenal perpindahan gigi di mobil matic
Meskipun mobil matic memiliki perpindahan transmisi secara otomatis, tetap saja ada kontrol perpindahan gigi. Ini dikendalikan dengan tuas yang berada di antara jok depan. Disitu akan tertulis posisi posisi tuas gigi dengan tulisan P R N D 3 2 L, tulisan ini bisa beragam tergantung dari model dan merek kendaraan. Namun semua mobil matic akan memiliki kesamaan dalam control di perpindahan giginya.
Pada tulisan P yang berarti Park atau parker adalah mode dimana posisi gigi yang aman untuk parkir maupun saat menyalakan atau menstarter mobil. Posisi gigi mesin yang terpisah dengan gir pengerak mobil membuat mobil tidak akan bergerak meski dinyalakan dan ditekan gas. Posisi ini sama dengan posisi N atau neutral, jadi cukup aman untuk menyalakan mobil.
Pada tulisan R atau reverse adalah posisi gigi untuk mundur atau atret, ini sama dengan mobil manual, dimana posisi ini mobil akan bergerak mundur. Memang biasanya akan sedikit terjadi hentakan saat mobil matic mulai berjalan. Ini karena terjadi cengkraman pada mesin dan pengerak transmisi gigi untuk menempatkan posisi gigi-giginya.
Sedang kode D atau drive adalah digunakan saat mobil matic mulai dijalankan. Pada posisi D ini mobil akan melakukan perpindahan gigi secara otomatis, istilahnya kalo di mobil manual dari gigi 1, 2, 3, 4 akan berpindah secara otomatis. Caranya dengan menginjak pedal gas lebih dalam, maka akan terjadi akselerasi secara otomatis dari gigi 1 sampai 4. Posisi D ini bisa digunakan untuk mengendarai mobil baik kondisi macet maupun lancar tanpa harus pinjak pedal kopling. Namun posisi D ini memang sebaiknya untuk jalanan yang datar saja, sedang untuk jalanan yang naik atau turun bisa pakai posisi 2 atau L.
Pada posisi 3 atau gear 3 atau overdrive atau OD ini bisa digunakan saat kendaraan melaju di kisaran 60 km/jam ke atas. Ini akan membuat posisi gigi menetap di gigi 3 tanpa harus menekan pedal gas lebih dalam. Ini sangat cocok saat untuk menyalib maupun untuk bertahan di kecepatan tersebut dengan menghemat akselerasi gas. Posisi ini memang bisa menghemat BBM dan menjaga keawetan gear karena tidak terjadi perpindahan gigi. Namun segera pindah ke posisi D bila kondisi jalanan tidak stabil, karena pada posisi 3 pedal gas menjadi tidak berfungsi untuk perpindahan gigi secara otomatis.
Pada posisi 2 atau gear 2 digunakan untuk jalanan yang naik atau turun atau psosi jalanan yang tidak rata. Pada jalanan naik yang tidak terlalu tinggi ini akan menambah daya cengkeram mesin agar mobil bisa naik. Demikian juga saat jalanan turun akan menjaga laju kendaraan agar tidak terlalu cepat.
Pada posisi L adalah sama dengan gear 1 memang untuk digunakan untuk jalanan yang naiknya curam. Namun saat jalanan sudah cukup rata kembalikan ke posisi D, jangan gunakan posisi L dan 2 terlalu lama, karena bisa memanaskan pelumas dan mesin menjadi cepat panas. Selebihnya posisi D adalah yang harus sering dipakai. Penggunaan kendali posisi yang tepat bisa menghemat BBM dalam mobil matic, meskipun mobil matic sering identik dengan mobil yang boros.
Gunakan rem secara benar
Memang kendali mobil matic yang utama terletak pada pedal gas dan rem, namun pedal rem menjadi yang paling sering digunakan dibandingkan mobil manual. Jadi wajar bila penggantian komponen kampas rem menjadi lebih sering dibandingkan mobil manual. Namun bila penggunaan rem bisa benar akan menghemat ongkos spare part tersebut.
Memang disini kejelian dalam menggunakan tuas kendali akan menghemat penggunakan rem maupun bahan bakar. Tentunya pengalaman dan praktek akan mengajarkan cara meletakan posisi tuas yang tepat selama berkendara. Namun yang jelas mobil matic lebih mudah digunakan dan nyaman dipakai.