Anak memang tumbuh dan berkembang, memiliki teman dan berinteraksi dengan mereka. Namun ada saat dimana anak tidak bisa menempatkan diri dengan teman-temannya. Biasanya proses bullying sering terjadi, meskipun pada anak yang terbilang “manis” atau berprilaku baik di sekolah.
Namun tidak sedikit memang bullying terjadi karena penampilan maupun sikap anak yang berbeda, sehingga mengundang iri teman-temannya. Bullying biasanya akan membuat trauma berkepanjangan bila orang tua tidak turun dan menyelesaikan persoalan mereka. Meskipun bila anak cukup secara mental akan melalui bullying dengan baik.
Hendaknya ortu lebih mengedepankan komunikasi yang baik dengan anak. Bagaimanapun bullying adalah trauma yang berat bagi anak yang bisa berpengaruh secara psikis pada anak. Tidak jarang gangguan jiwa sering terjadi akibat bullying yang tidak pernah diselesaikan. Anak akan mengalami ejekan dan trauma berkepanjangan.
Mendengarkan keluhan anak
Biasanya pada keluarga yang terbuka komunikasinya, anak akan dengan mudah mengutarakan masalahnya di sekolah. Namun bagi keluarga yang memiliki masalah komunikasi, anak akan memendam hal ini. Bisa jadi anak takut bila orang tuanya akan marah.
Ada reaksi negative saat anak mendapatkan bullying, secara mental menjadi rendah diri dan susah dalam mengeluarkan pendapat. Namun kadang bisa dideteksi dari kosentrasi anak yang mulai terganggu atau berkurang. Apa yang bisa orang tua lakukan adalah mendengarkan keluhannya, membaca gelagat anak dalam kesehariannya di rumah. Perubahan dari anak yang biasa main di luar kemudian hanya berdiam diri di rumah bisa dibaca sebagai awal adanya bullying di sekolah.
Bekerja sama dengan pihak sekolah
Memang akan lebih baik membicarakan persoalan anak dengan pihak sekolah. Dicari akar dari penyebab bullying terjadi, karena tidak selama bullying disebabkan orang lain. Bisa jadi anak sendiri yang mengundang persoalan di sekolah sehingga anak yang lain bereaksi negatif padanya.
Disini orang tua harus bisa membicarakan penyelesaian dengan guru dan bisa saja pihak orang tua dari anak yang melakukan bullying. Biasanya bila sianak yang melakukan bullying tidak bisa diajak komunikasi, anak ini akan dipindah ke tempat lain. Memang ini menyelesaikan masalah, namun lebih dari itu ortu juga harus mengajari anak tentang cara menghadapi masalahnya.
Mendorong anak agar aktif di kegiatan sekolah
Biasanya anak penyendiri, tinggi hati adalah mudah menjadi korban bullying, maka orang tua harus mendorong anak agar aktif ikut kegiatan sekolah. Istilahnya ikut dalam grup atau kelompok di sekolah, biasanya cara ini akan menghindarkan anak dari bullying. Selama berada di grup atau kelompok akan ada rasa pertemanan untuk saling melindungi.
Meskipun ini juga bukan jalan terakhir, karena semuanya kembali ke anak tersebut. Perlu sikap responsive terhadap masalah yang dihadapi. Setiap persoalan memang harus dibicarakan baik dengan orang tua tau teman-temannya di sekolah. Jalinan pertemanan yang baik akan menghindarkan anak dari bullying, meskipun ini akan bergantung juga dengan lingkungan sekolah.