.

Belajar Sambil Bermain

6 Sep 2013

Bermain adalah hal yang disukai oleh anak-anak, tidak itu saja para remaja, dewasa muda juga menyukai untuk bermain. Ada hal yang membuat senang sehingga sebuah permainan disukai anak. Demikian pula seperti game si ponsel yang sering digandrungi anak-anak, bahkan sampai waktunya tidur.

Namun sebagai bunda harus bisa mengontrol buah hatinya, kapan waktunya belajar, tidur dan bermain. Masin-masing memiliki waktunya sendiri, meskipun bisa pula dilakukan belajar sambil bermain. Bila mereka senang maka materi pelajarannya akan semakin melekat di otak mereka.

Lihat aja kenapa anak kita lebih hafal yang namanya messi, ronaldo dibandingkan dengan nama tokoh pahlawan. Sesuatu yang menyenangkan atau traumatis memang akan melekat di otak anak. Lain sekali bila anak sudah terkena kebosanan, dia akan otomatis sulit sekali untuk belajar, tidak ada sama sekali yang melekat di kepala mereka, meski bunda sudah berusaha keras mengajarinya.

Memang bermain ini bukan berarti waktu belajar juga bermain game atau permainan yang lain, tapi menjaga semangat dan gairah anak dalam belajar. Mendapatkan hatinya adalah hal yang sering gampang-gampang susah. Anak kadang manja, namun bila dia sudah komit biasanya akan mengerjakan PR dengan senang hati.

Bermain untuk memudahkan proses belajar

Memang banyak kasus anak sulit menangkap materi yang diberikan di sekolah, sebabnya bisa banyak hal, sehingga bunda harus mencari ekstra les untuk buah hatinya. Biasanya cari guru les juga cocok-cocokan, ada yang bisa mengatur anak tersebut, namun ada juga yang kesulitan mengajar anak tersebut. Memang tiap anak unik, kadang bunda sendiri juga kesulitan mencari karakter dari anak tersebut.

Namun dengan bermain semuanya akan menjadi mudah, biasanya anak akan bersemangat bila diajak bermain. Disini saatnya buat bunda mencari karakter buah hatinya, mengetahui kesukaannya dan akhirnya bisa mendapatkan hatinya. Saat si anak bisa diajak kompromi, dia akan dengan senang hati belajar, dan berprestasi dengan baik. 

Bermain untuk mendidik mental anak

Ada hal yang sering hilang dari tujuan sebuah pendidikan, mengejar nilai untuk naik kelas atau lulus. Hal inilah yang sering menghilangkan pentingnya pendidikan mental bagi anak. Padahal makna dari pendidikan maupun belajar adalah menyiapkan anak menjadi manusia utuh, berperan aktif bagi kehidupan. Lebih sering saat anak lulus sekolah, nilainya bagus tapi mentalnya jeblok. Padahal pendidikan mental bisa diraih dari sebuah permainan.

Bermain bisa mengajarkan pada anak untuk menjadi dirinya sendiri, tentunya bukan permainan game di ponsel maupun di computer. Bermain dengan teman, saudara bisa mengajarkan pada anak pendidikan mental yang bagus. Anak akan belajar dari konflik di sebuah permainan, saat bermasalah dengan teman sebaya, dia akan belajar saling membantu maupun mengerti dalam sebuah permainan.

Tentunya permainan yang fair play, ada seorang wasit seperti kakak yang akan mengarahkan adiknya dalam sebuah permainan. Disini bisa mendidik anak bagaimana memposisikan diri dengan yang lain. Permainan mengajarkan anak seperti ruang kecil yang bisa menjadi nyata saat anak menjadi dewasa. Anak akan terkondisi dengan kemampuananya mengatasi berbagai masalah, sehingga bisa aktif dalam berbagai lahan kehidupan nantinya.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
logo
Copyright © 2013. Infotipso - All Rights Reserved