Bunda mungkin mendapati bayinya berak kehijauan, apakah ini tanda bahwa bayi sedang mengalami diare? Sebuah pertanyaan yang sering mengganggu ibu muda saat sedang mengganti popok, kedapatan berak bayi berwarna kehijauan, karena biasanya coklat kekuningan. Lagian bayi kok sering berak, setiap diberi ASI selalu berak, sehingga ragu untuk memberi ASI. Apakah bayi alergi dengan ASI?
Pertanyaan ini memang umum terjadi, meskipun keadaan bayi oke-oke saja, tenang dan tidur dengan nyenyaknya. Namun kegundahan bisa saja terjadi akan kemungkinan gangguan percernaan. Memang saat sesuatu berubah pada kebiasaan bayi, memang harus diwaspadai. Namun tidak untuk bayi yang mendapatkan ASI ekslusif, semua akan membuat bayi tumbuh normal, sehat, meskipun akan ada hal yang mungkin membuat bunda gundah.
Memang ada proses yang panjang untuk bayi tumbuh dan berkembang, demikian pula dengan organ pencernaan bayi. Saat bayi baru lahir, beraknya akan berwarna kehitaman, ini dikenal dengan mekonium, ini hal wajar terjadi pada awal bayi baru lahir. Namun ini akan berubah seiring bayi mendapatkan ASI. Warnanya akan menjadi kuning kadang kehijauan, ini mengikuti foremilk dan hindmilk yang didapatkan oleh bayi. Inipun wajar dan biasanya bayi akan sering BAB atau berak.
Ini mekanisme perkembangan organ pencernaan, meskipun sering mencemaskan para bunda karena setiap mendapatkan ASI bayi langsung berak atau sering berak. Padahal ini hal wajar, memang terlihat seperti diare, karena sering berak maka para bunda menyangka bayi alergi ASI atau semacamnya. Padahal ini wajar, organ pencernaan bayi akan tumbuh, saat bayi mulai berusia 6-8 minggu, beraknya akan berkurang, bahkan menjadi sangat jarang, bisa seminggu sekali.
Perubahan ini terjadi karena kondisi pencernaan bayi yang sudah siap dengan ASI yang mulai dicerna dengan sempurna, sehingga tidak ada yang tersisa untuk menjadi berak. Kondisi ini mungkin akan lain bila bayi mendapatkan juga susu formula, bisa jadi beraknya bisa kekuningan dan kadang kehijauan bila kadar laktosa yang tinggi pada susu yang diberikan. Ini bisa juga terjadi saat bayi mendapatkan ASI ekslusif.
Berak kehijauan, apakah tanda diare?
Tentunya bunda harus tahu tanda saat bayi mengalami diare, sudah tentu kondisi bayi akan rewel, badan demam dan bayi tampak dehidrasi. Beraknya akan tampak seperti cucian beras, dan berbau sangat menyengat, salah ciri khas dari diare. Bila berak bayi hanya berwarna kehijauan, dan bayi tanpak tenang dan oke-oke saja, biasanya ini tidak perlu dicemaskan.
Kadang bila pemberian ASI tidak sempurna, berak bayi bisa berwarna kehijauan. Hal ini karena bayi lebih sering mendapatkan foremilk, tanpa mendapatkan hindmilk, sehingga bayi mendapatkan laktosa, protein dan vitamin saja. Ini lebih sering bila laktosa tinggi akan membuat beraknya berwarna kehijauan. Lain bila pemberian ASI sempurna, samapai hindmilknya didapatkan oleh bayi, maka bayi akan nampak lebih tenang dan beraknya coklat kekuningan. Hindmilk memang mengandung lemak, sehingga bayi akan nampak kenyang dan tidur dengan nyenyaknya.
Memang bila bayi juga diberikan susu formula akan tampak lain, kadang alergi terhadap susu formula bisa menyebabkan gangguan di pencernaan. Tandanya bisa saja diare saat alergi terhadap susu formula tersebut. Bila bunda ragu terhadap kondisi bayinya, apalagi bayi rewel, maka lebih baik mengunjungi layanan kesehatan terdekat.