Hidup lebih lama adalah impian semua orang. Lihat saja setiap merayakan ulang tahun, pasti diiringi lirik lagu, panjang umurnya… panjang umurnya.., yang menjadi harapan dan keinginan untuk hidup lebih lama. Banyak rahasia agar bisa hidup lebih lama yang coba dibuka dan ditelusuri.
Salah satunya adalah Dr Huseland, ilmuwan di akhir abad ke-18 ini melihat diet lebih banyak sayur-sayuran dan rendah lemak bisa menjadi kunci hidup lebih lama. Juga gaya hidup yang aktif, menjaga kesehatan gigi, tidur cukup, kebersihan diri dan sanitasi yang baik adalah sekian hal yang harus dilakukan agar bisa hidup lebih lama. Namun dengan inipun manusia tetap saja menghadapi akhir hidupnya tak lebih dari 100 tahun dan hanya sebagian kecil yang menembus 100 tahun serta tidak ada yang pernah mencapai usia 200 tahun.
Memang ancaman penyakit mematikan menghantui kehidupan manusia. Banyak bayi yang meninggal sebelum usia ulang tahun pertamanya. Andai bisa lolospun masih menghadapi berbagai penyakit seperti demam berdarah, malaria, campak, yang bisa mengancam hidup mereka sebelum mencapai usia lima tahun. Demikian pula bila mencapai usia dewasa, akan dihadapkan dengan penyakit serangan jantung dan kanker yang menjadi penbunuh utama manusia.
Namun yang jelas dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kedokteran, usia harapan hidup manusia semakin tinggi. Boleh dibilang terjadi kenaikan yang cukup signifikan sejak awal abad 20, dengan kenaikan 2-3 tahun per dekadenya. Mulai banyak manusia yang berhasil merayakan ulang tahun ke-100-nya, bahkan ada kemungkinan menembus usia 200 tahun.
Lalu kenapa manusia masih dibatasi dengan usia?
Kematian akibat penyakit menjadi penghambat utama dari harapan hidup lebih lama, seperti penyakit jantung dan kanker yang menjadi musuh utama. Menurut Dr Vaupel, kemampuan tubuh manusia yang tidak bisa menyembuhkan sel tubuh yang rusak adalah penyebabnya. Manusia cenderung sangat produktif dalam reproduksi, tapi tidak bisa dengan cepat dalam memperbaiki selnya yang rusak.
Lain dengan beberapa spesies Hydra yang bisa memperbaiki sel yang rusak dengan cepat. Spesies sejenis jellyfish ini memang mampu menyembuhkan setiap kerusakan pada sel mereka, tapi sangat lambat bereproduksi. Ini kebalikan dengan manusia, yang memang sangat bagus dalam bereproduksi, tapi sangat sulit memperbaiki sel tubuhnya yang rusak.
Memang ada perbedaan strategi dalam cara bertahan hidup antara manusia dan hydra ini. Hidra lebih banyak menggunakan kemampuannya untuk memperbaiki diri daripada bereproduksi, sehingga memiliki usia yang tidak terbatas tapi sangat sedikit pertumbuhan populasinya. Sangat lain dengan manusia yang begitu sulit memperbaiki diri, tapi sangat cepat dalam bereproduksi. Akibatnya manusia lebih cepat tua dan mati, tapi dengan kesuburannya bisa dengan mudah mengatasi angka kematian yang tinggi ini.
Bagaimana cara bisa hidup lebih lama?
Menurut Dr Vaupel, rahasia untuk hidup lebih lama adalah berusaha memaksimalkan energi tubuh untuk memperbaiki diri daripada membiarkan tubuh menjadi lebih gemuk. Dengan cara ini, usia harapan hidup akan menjadi lebih panjang, bahkan mungkin saja tidak ada batasan usia lagi nantinya. Merubah cara bertahan hidup lebih kuat terhadap penyakit adalah hal yang harus dilakukan oleh manusia.
Seperti yang disarankan oleh Dr Huseland, hidup lebih sehat dengan diet tinggi sayuran dan rendah lemak, rajin beraktifitas atau olahraga, menjaga kesehatan gigi, tidur cukup dan kesehatan lingkungan adalah jalan yang harus ditempuh untuk hidup abadi selamanya. Meskipun banyak orang yang meragukan dan sulit mengorbankan hal yang menyenangkan untuk hidup lebih lama. Banyak yang berpikiran hidup lebih pendek, tapi penuh dengan makanan enak dan kesenangan sudah cukup berharga. Namun bila ada kemungkinan manusia bisa hidup abadi, maukah mereka berkorban untuk itu?