Mungkin hanya soal waktu manusia akan bisa menjejakan kakinya di Mars. Memang banyak masalah yang menghambat perjalanan manusia ke Mars. Mulai dari jarak bumi ke Mars yang lumayan jauh, kecepatan pesawat ruang angkasa, hingga masalah kemampuan manusia beradaptasi selama perjalanan ke Mars adalah banyak hal yang perlu dicari solusinya.
Meskipun secara fisik, manusia mampu tinggal di luar angkasa untuk jangka yang lama, yaitu 14 bulan, yang dipegang oleh Dr. Valery Polyakov dari Rusia. Namun tetap saja mengalami banyak masalah, seperti gangguan pola tidur, yang membuat tubuh mengalami penurunan secara fisik dan psikologi. Ini yang menjadi tantangan para peneliti yang sedang menyiapkan perjalanan ke Mars.
Gangguan pola tidur saat menetap di satu tempat yang lama.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Rusia dan ESA (lembaga ruang angkasa Eropa) menemukan adanya gangguan pola tidur yang dialami oleh para sukarelawan. Mereka menciptakan tempat tertutup seperti berada di sebuah pesawat ruang angkasa, untuk mengetahui kemampuan manusia untuk tinggal dalam ruang yang sempit dan tidak berpindah-pindah untuk waktu yang lama. Penelitian ini dibuat sedemikian rupa menyerupai perjalanan ke Mars yang memakan waktu yang lama.
Para peneliti menemukan bahwa untuk suksesnya sebuah perjalanan ke Mars yang lama ini, diperlukan pola tidur dan kerja seperti waktu di Bumi. Karena tidur memegang peran penting bagi kesehatan tubuh, seperti juga makanan dan oksigen. Gangguan pola tidur akan membuat tubuh mengalami penurunan fisik dan psikologi, yang akan mengganggu fungsi tubuh.
Para peneliti juga mendalami pengaruh cahaya, konsumsi makanan dan aktifitas selama “perjalanan” ke Mars. Para astronout harus mendapatkan ritme circadian, kualitas tidur, dan aktifitas fisik yang sama seperti saat di Bumi, agar terjaga kemampuan fisiknya. Maka berbagai program atau aktifitas diberikan selama penelitian tersebut, untuk memanipulasi adaptasi tubuh terhadap siklus bumi seperti terjadi di dalam pesawat ruang angkasa.
Mekanisme adaptasi tubuh terhadap perubahan lingkungan atau suasana.
Sudah sejak lama bumi adalah tempat yang nyaman bagi manusia. Tubuh manusia sudah beradaptasi terhadap perubahan yang moderat, dan mengalami gangguan saat terjadi perubahan yang radikal. Maka mekanisme penelitian yang dilakukan adalah menemukan sebuah pola atau faktor yang mendasari siklus tubuh terhadap perubahan lingkungan.
Ritme circadian adalah dasar utama pengaturan irama tubuh dalam adaptasi tubuh terhadap lingkungan baru. Seperti saat seseorang melakukan perjalanan melewati ruang waktu, perjalanan dengan menggunakan pesawat ke zona waktu yang berbeda, akan mengalami gangguan irama tubuh. Anda bisa baca lebih jelas di cara mengatasi jet lag.
Manipulasi adaptasi terhadap ritme circadian inilah yang menjadi kunci perjalanan jauh ke Mars. Karena tubuh seakan tetap mengikuti irama di Bumi, meskipun telah melewati jutaan kilometer dari Bumi. Diharapkan gangguan pola tidur bisa diatasi oleh para astronout melalui mekanisme adaptasi ini.