Jika anda menyempatkan diri berkunjung ke Uzbekistan, maka anda akan menjumpai hal yang aneh. Yaitu deretan kapal laut yang berada di tengah gurun pasir. Mungkin pikiran anda akan bertanya-tanya, buat apa membuat kapal laut di tengah gurun pasir. Apakah untuk persiapan suatu banjir besar? Jawabannya tidak!
Kapal-kapal ini memang dibuat bukan untuk menghadapi banjir yang sangat besar. Kapal tersebut dulunya memang berfungsi layaknya sebuah kapal laut. Dulunya gurun pasir ini adalah lautan, tepatnya sebuah "danau". Karena luasnya sekitar 26 ribu mil persegi, maka disebut lautan, dan dikenal dengan sebutan laut Aral yang merupakan danau terbesar di dunia saat itu.
Dulunya laut Aral memang layaknya sebuah lautan, kaya akan ikan dan menjadi lalu lintas perdangangan di Uzbekistan, yang dulunya masih menjadi bagian dari Uni Soviet. Namun keadaan berubah drastis, perlahan laut menjadi kering, dan berubah menjadi sebuah gurun pasir. Meskipun masih ada sekitar 2 ribu mil persegi yang masih berisi air.
A. Kenapa lautan ini bisa berubah menjadi gurun pasir?
Jawabannya adalah karena ulah manusia, yang tidak memperhitungkan efek ekologi dari tindakannya membendung sungai, untuk proyek industrialisasi. Dulunya pemerintah Uni Soviet membuat proyek industri kapas di sekitar laut aral. Mereka membendung sungai untuk irigasi perkebunan kapas. Hasilnya sekitar 50 sampai 75 persen air yang harusnya masuk ke lautan Aral, dibelokan ke perkebunan kapas. Makin lama danau Aral semakin turun permukaannya.
Tidak ada tindakan dari pemerintah Uni Soviet untuk mencegah penurunan permukaan air di lautan Aral. Bahkan pencemaran juga dibiarkan terjadi di laut Aral. Hasilnya kadar garam di laut Aral semakin tinggi, plus pencemaran, sehingga membuat mati industri perikanan yang dijalankan oleh penduduk setempat. Maka banyak kapal yang dibiarkan sandar di pinggir pantai dan kemudian menjadi sebuah gurun pasir.
Tahun 1980 adalah saat-saat kritis, namun tindakan untuk mengembalikan ketinggian air di danau Aral sudah begitu terlambat. Uang yang diperoleh dari industri kapas yang dijalankan oleh pemerintah Soviet, tidaklah sebanding dengan kerugian ekologi yang diakibatkan oleh proses industrialisasi tersebut. Perlu dana yang sangat besar untuk memperbaiki sistem ekologi di danau Aral. Itulah yang tidak dimiliki oleh pemerintah Uzbekistan saat ini. Maka bencana lingkungan terburuk tersebut sulit diperbaiki.
B. Industrialisasi membawa kerusakan lingkungan.
Manusia berusaha memperbaiki hidupnya dengan melakukan industrialisasi di berbagai bidang. Namun lebih sering kerusakan lingkungan lebih besar ongkosnya dari hasil yang didapatkannya. Inilah yang perlu ditata ulang efek ekologi dari setiap kegiatan industri, terutama yang menggunakan sumber daya alam.
Perubahan iklim atau pemanasan global atau apapun efek ekologi yang diakibatkan oleh tindakan manusia sudah harus dicegah dan jangan dibiarkan. Perlu langkah konkret dan hukum yang tegas terhadap pelanggar atau perusak lingkungan. Pemerintah juga harus mulai menata ulang kebijakannya dalam pengelolaan sumber daya alam. Efek ekologi yang ditimbulkan tidak boleh diganti dengan uang, kompensasi, atau apapun ganti rugi yang diberikan oleh pihak industri tidak akan mengembalikan kerusakan lingkungan yang telah terjadi.