Setiap musim kemarau seakan sudah menjadi tradisi yaitu kesulitan mendapatkan air. Padahal hal ini tidak terjadi saat dua atau tiga dekade yang lalu. Jika anak kita bertanya, kenapa begitu sulit mendapatkan air di saat musim kemarau? Mungkin jawaban yang paling mudah adalah karena tidak ada hujan, maka persediaan air menjadi berkurang.
Namun jika ditelusuri lebih lanjut, kenapa kesulitan air tidak terjadi pada beberapa dekade yang lalu? Maka jawabannya akan menjadi lebih tepat. Kita yang membuat persediaan air menjadi lebih sedikit di saat musim kemarau. Manusialah yang membuat tradisi tidak ada air di musim kemarau.
A. Manusia berperan penting dalam merusak tandon air alami.
Jika ditelusuri lebih lanjut, ternyata banyak faktor yang membuat kita kesulitan mendapatkan air di musim kemarau. Mulai dari ulah manusia yang memusnahkan tandon air alami, pertumbuhan manusia yang luar biasa cepat, sedang sumber daya alam sangat terbatas. Pencemaran sumber air di sungai air tawar, sampai industrialisasi yang membuat air menjadi berharga. Namun sebenarnya hal pokok yang menyebabkan kita kesulitan mendapatkan air di musim kemarau adalah kesalahan kita dalam mengelola sumber daya air itu sendiri.
Kita gagal dalam mengelola air untuk memenuhi kebutuhan hidup ini. Kita tidak melakukan hal yang tepat dalam menyelamatkan tandon air alami. Tandon air yang akan tetap ada selama musim kemarau, meskipun tidak ada hujan sekalipun.
Kesalahan utama kita adalah membiarkan penebangan hutan. Karena hutan adalah tandon air alami. Kalau kita melihat jauh kebelakang. Mungkin kita akan menyesali tindakan keliru ini. Menebang hutan untuk meningkatkan perekonomian rakyat adalah kebijakan yang 1000 persen SALAH. Menebang hutan dengan alasan apapun adalah SALAH BESAR. Karena menebang hutan sama dengan membuat satu botol air minum menjadi Rp. 10000000000000000,- sebab tidak ada air lagi di muka bumi ini. Lihat saja Laut atau danau Aral dahulunya danau ini merupakan danau terbesar di dunia. Yaitu seluas 26 ribu mil persegi, sekarang hanya tinggal 2 ribu mil persegi yang berisi air dan lainnya berubah menjadi gurun pasir.
B. Mencegah hutan ditebang berarti menjaga ketersediaan air.
Hutan memegang peran penting sebagai tandon air alami. Meskipun selama musim kemarau, aliran air bawah tanah akan tetap membuat sumur air tanah berisi air. Mungkin sungai kering saat musim kemarau, tapi air tanah tetap mengalir ke daerah di sekitar hutan menuju ke tempat yang lebih rendah.
Jika anda berencana menebang pohon, maka pikirkan ulang. Kecuali pohon tersebut akan roboh, silahkan ditebang. Karena pohon berperan juga sebagai tandon air alami. Akar pohon merupakan tempat bagi aliran air bawah tanah. Jika anda memiliki pepohonan di sekitar rumah, maka sumur air tanah tidak akan kering selama musim kemarau, meskipun tidak ada hujan sekalipun.
Jadi kenapa kita sulit mendapatkan air di saat musim kemarau? Jawaban yang tepat adalah karena kita membiarkan orang-orang menebang hutan dan membiarkan sekitar rumah kita bersih tanpa pepohonan. Maka tanamlah pohon, karena bermanfaat bagi kehidupan kita.