.

Tikus yang tak bisa Menggerogoti

22 Agu 2012



Spesies baru ditemukan di hutan hujan terpencil yang hidup secara eksklusif pada cacing tanah. Binatang seperti tikus yang ditemukan di pulau Sulawesi, Indonesia ini memang 'unik' di antara spesies tikus lainnya. Tikus ini mengambil langkah evolusi maju karena tidak memiliki gigi geraham untuk mengunyah. Dan ini merupakan contoh bagaimana spesies dapat beradaptasi ketika berhadapan dengan lingkungan barunya.

Hewan seperti tikus, dikenal dengan nama Paucidentomys vermidax, memiliki gigi seri atas seperti gigi taring yang tidak bisa digunakan untuk menggerogoti dan tidak memiliki gigi belakang. Hewan ini hidup secara eksklusif dari cacing tanah, dengan cara menyedotnya keluar dari tanah dengan menggunakan moncong panjangnya.


P. vermidax ditemukan di hutan terpencil di pulau Sulawesi, Indonesia. Hewan ini memiliki beberapa kesamaan karakteristik dengan tikus pemakan serangga dari Filipina, tetapi telah mengambil langkah evolusi lebih lanjut dengan sepenuhnya tidak menggunakan geraham untuk mengunyah.

Dr Kevin Rowe, dari Museum Victoria, Australia, anggota dari tim peneliti, mengatakan: "Ada lebih dari 2.200 spesies hewan pengerat di dunia dan sampai penemuan ini semua memiliki gigi geraham di belakang mulut dan gigi seri di depan. "Ini adalah contoh bagaimana spesies, ketika dihadapkan dengan peluang ekologi baru, dalam hal ini berlimpahnya cacing tanah, dapat berkembang biak dengan baik dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya."

P. vermidax dijelaskan hari ini di edisi terbaru dari Royal Society journal Biology Letters. Makhluk itu memiliki ekor seperti tikus, tapi hidungnya panjang dan tipis mirip dengan hewan pengerat. Gigi satu-satunya adalah gigi seri, yang pada akhirnya rahang atas berujung poin kembar. Bahasa Latin Paucidentomys berarti 'tikus bergigi sedikit' dan nama spesies vermidax berarti 'pemakan cacing'. Co-author Anang Achmadi, dari Museum Zoologi Bogor, Indonesia, mengatakan: "Gigi seri pada tikus memberi mereka kemampuan yang berbeda untuk menggerogoti - ciri khas dari tikus di seluruh dunia.

"Dengan hilangnya semua gigi kecuali sepasang gigi seri yang tidak bisa digunakan untuk menggerogoti, maka tikus baru ini unik di antara hewan pengerat." Dr Rowe mengatakan bahwa penemuan ini adalah sebuah pengingat bahwa habitat liar masih menyimpan spesies yang masih belum ditemukan. Dia menambahkan: "Di pegunungan Sulawesi, di mana kami menemukan Paucidentomys, hutan lindung masih memelihara spesies langka dan luar biasa, Namun, tempat nyaman mereka terancam dengan meluasnya penebangan, pertambangan, perkebunan dan kegiatan manusia lainnya". 

Memang manusia adalah kompetitor yang tidak fair. Manusia harusnya menjadi regulator bagi kehidupan di alam ini. Manusia harusnya bisa menjaga kelangsungan hidup hewan dan kehidupan di alam ini. Bukannya menebangi dan memusnahkan kehidupan lainnya. Maka hentikan penebangan hutan, karena di dalamnya sangat berharga.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
logo
Copyright © 2013. Infotipso - All Rights Reserved