Pencarian akan "partikel tuhan" telah menemukan akhir. Para ilmuwan di CERN, Swiss mengumumkan penemuan "partikel tuhan" tersebut. Penemuan ini menjadi lompatan besar dalam dunia fisika, yang memungkinkan penemuan teknologi baru.
Menurut
beberapa kalangan, penemuan ini sebenarnya bukan menemukan “partikel tuhan”
yang sebenarnya. Karena apa yang didapat para peneliti di CERN memang hanya
bekas atau jejak dari higg boson. Peralatan dan teknologi masih belum bisa mendapatkan
higg boson yang sebenarnya.
Maka
wajarlah ketika Stephen Hawkins bertaruh bahwa para peneliti tidak akan
menemukan higg boson dalam masa hidupnya. Namun dia mengaku kalah taruhan,
walaupun yang ditemukan hanya jejak dari higg boson. Dan itu sudah cukup
membuat Stephen Hawkins kalah taruhan.
Di dunia
ilmu pengetahuan memang ada banyak teori yang belum pernah bisa dibuktikan.
Namun dipakai dasar bagi pengembangan ilmu pengetahuan itu sendiri. Karena
waktu dan teknologi yang akan membuktikan dengan sendirinya.
Pencarian "partikel tuhan" memang mengundang kontroversi, karena publik khawatir pada eksperimen yang dilakukan di perbatasan Swiss- Prancis, energi yang tercipta karena tumbukan tersebut bisa menciptakan lubang hitam atau lubang interdimensi di Swiss.
Memang
lokasi penelitian dilakukan berada di bawah tanah. Demi alasan keamanan dan
memang membutuhkan tempat yang sangat luas. Maka perbatasan Swiss – Prancis adalah
lokasi yang tepat.
Penamaan "partikel tuhan" oleh pemenang nobel 1993 Leon Lederman-pun tidak disukai kelompok religi, termasuk Prof Higgs sendiri. Demikian juga CERN lebih menyukai Higg boson. Anda
mungkin teringat pada film Angel and Demon, yang menampilkan sekilas tentang
penelitian di CERN dan keberhasilan mereka menemukan “partikan tuhan”.
Penemuan
ini menurut beberapa pengamat merupakan lompatan besar bagi perkembangan ilmu
pengetahuan. Karena penggunaan teknologi dalam pembuktian beberapa teori sudah
semakin berkembang. Dan kemungkinan akan penelitan yang lain.
Pada film
tersebut bagaimana terjadi perbedaan antara dunia ilmuwan dan dunia agama. Yang
kemudian disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk
keuntungan sendiri. Film itu mencoba menggambarkan ketidaksukaan akan “partikel
tuhan” diawal dan dieksplorasi adanya “kompromi” di akhir film tersebut.
Sebenarnya
di dunia nyata tidak ada pertentangan akan hal tersebut. Karena ilmu
pengetahuan dan agama memiliki arah yang sama dalam membangun peradaban. Termasuk
pandangan pada penemuan “partikel tuhan”.
Penemuan ini juga menutup gap dalam standar fisika, yang membuktikan bahwa Einstein benar, dan kemungkinan menemukan teknologi baru.
Lihat tentang "partikel tuhan" di partikel tuhan, nyata atau fiksi?