lmuwan fisika amerika-eropa mengklaim semakin dekat menemukan apa yang mereka sebut sebagai 'partikel tuhan'. 'Partikel tuhan' diyakini para Fisikawan dapat menjelaskan materi dasar dari penciptaan alam semesta. Dalam usaha untuk menemukan 'partikel tuhan' itu peneliti mendasarkan pada teori Higgs Boson, yang mengungkapkan bahwa materi memiliki massa.
"Secara perlahan dunia mulai melihat hasil usaha yang konsisten ini," ujar Fisikawan Rob Pater Röser, di Fermi National Laboratory, Chicago yang dilansir dari Associated Press. Hasil dari pekerjaan yang melibatkan lebih dari 800 ilmuwan ini akan diumumkan segera di Italia.
Fisikawan menggunakan dua akselerator partikel kuat untuk menemukan partikel subatomik. Sebelumnya usaha penemuan 'partikel tuhan' hampir menemukan hasil pada tahun lalu oleh Organisasi Eropa untuk Riset Tenaga Nuklir (CERN) di Jenewa, Swiss.
Di laboratorium Fermi, dua tim Peneliti menggunakan Large Hadron Collider, sebuah akselerator partikel raksasa. Alat ini akan menabrakan proton dan antiproton secara bersamaan, untuk mendapatkan 'partikel tuhan'. Namun, menurut Röser, hasil itu tidak serta merta menghasilkan apa yang disebut 'partikel tuhan' tersebut.
Hipotesis Higgs mengenai partikel massa pertama kali diperkenalkan 40 tahun lalu. Teori ini menjadi model standar para Fisikawan modern untuk menemukan dan menjelaskan enam partikel yang dianggap membentuk alam semesta, demikian Pater Röser dan juga fisikawan Universitas Havard, Gary Feldman mengatakan.
Tanpa teori itu, tidak ada penjelasan mengapa partikel memiliki massa. "Ini akan menjadi kemenangan teori tersebut bila partikel tuhan' ini benar-benar ditemukan," kata Feldman.
Saat inti atom bertabrakan dengan energi yang belum pernah terjadi di Large Hadron Collider, para fisikawan berharap menciptakan partikel eksotis dan materi berlimpah, yang pertama kali membentuk jagat raya.
Partikel yang mereka cari adalah Boson Higgs, atau partikel Tuhan.
Inilah bukti yang hilang dalam teori yang menjelaskan karakteristik jagat raya: bagaimana partikel dasar memperoleh massa.
Pembentukan proton
1. Proton bertabrakan
2. Partikel Higgs
3. Bukti keberadaan Higgs
Berikutnya: Batas luar Higgs
Pembentukan proton
Proton, Quark, Gluon. Proton tersusun atas partikel-partikel yang lebih kecil: Tiga quarks terikat oleh gluon raksasa.
Proton bertabrakan
Triliunan proton berdesakan menuju tumbukan pada 99,9999991 persen kecepatan cahaya. Quark dan gluon di dalam proton bertumbukan, meledak dengan energi yang cukup untuk menciptakan Higgs yang sukar ditangkap.
Mungkin 100 hingga 200 kali massa proton, partikel Higgs tidak stabil: dia akan bertahan kurang dari satu per sejuta miliar miliar detik sebelum hancur menjadi butiran-butiran partikel.
Tanda keberhasilan
Bukti akan Higgs akan ditemukan di dalam spiral pengungkap rahasia dan lapisan kiri di detektor LHC oleh partikel yang terbentuk saat Higgs terpecah.
Di belakang Higgs
Mengapa ada sesuatu? Secara teoretis, ledakan besar mestinya menghasilkan materi dan anti-materi dengan jumlah sama besar yang saling menghancurkan satu sama lain, meninggalkan alam semesta yang kosong. Jadi mengapa alam semesta kita hampir semuanya berupa materi? Pergerakan galaksi terpencil dan supernova menunjukkan bahwa ekspansi semesta yang gelap memiliki materi yang lebih besar dibandingkan yang kita lihat pada semua bintang dan galaksi. LHC dapat melepaskan cahaya pada materi gelap dan energi gelap ini.