Banyak yang berpikiran bahwa sebuah knalpot racing bisa digunakan untuk meningkatkan performa mobil. Kondisi ini membuat beberapa melakukan modifikasi pada knalpot mobil mereka. Padahal belum tentu performa meningkat, tapi yang jelas bisa diburu oleh pihak berwenang karena melanggar aturan.
Memang modifikasi dengan penggunaan knalpot racing melanggar aturan berkendara. Suaranya yang keras mengganggu konsentrasi pengendara lainnya, juga asap knalpot racing sering melanggar emisi gas buang. Idenya sih bikin gaya dan buat mesin lebih greng, ternyata bukan begitu caranya.
Sebenarnya performa mobil tidak ditentukan oleh sebuah knalpot, bila terlihat laju mobil lebih ringan dan oke dengan knalpot racing, ini karena memang tekanan buang yang berkurang, membuat mesin menjadi lebih ringan. Namun secara performa tetap sama antara knalpot racing dan yang standar.
Idenya mungkin untuk meniru balapan mobil nascar atau F1 yang menggunakan knalpot racing. Padahal teknisnya berbeda, knalpot yang dipakai di balapan dirancang berbeda dengan yang biasa dijual di toko knalpot. Meskipun meniru system saringan knalpot dari knalpot racing yang sebenarnya, tapi melupakan kaidah emisi dan aerodinamika mobil.
Banyak yang merasa mobil menjadi lebih ringan dengan knalpot racing, ini bisa saja terjadi karena tahanan gas buang menjadi lebih ringan. Saringan yang dibuat memang lain dengan yang standar. Model knalpot punya mereka, lebih kurang sama dengan “tidak pakai knalpot” sama sekali.
Suara yang dihasilkan memang menderu dengan mengorbankan system saringan emisi gas buang. Memang terasa lebih ringan tapi juga lebih boros bahan bakar. Diduga pula gas buangnya sangat berbahaya bila dihirup, kebocoran sedikit saat pemasangan knalpot racing ini bisa mengancam nyawa penggunanya.
Sebenarnya pabrikan mobil sudah mulai memenuhi tuntutan pihak otoritas kendaraan dalam menurunkan emisi gas buang dari mesin mobil. Baik melalui pengembangan teknologi pembakaran yang lebih baik, sampai penggunaan knalpot untuk menurunkan emisi gas buangnya. Memang tujuannya dipakai knalpot bukan untuk meningkatkan performa mobil, tapi untuk menekan emisi gas buang dan polusi suara yang ditimbulkan oleh mesin mobil.
Sedang performa mobil hanya bisa ditingkatkan dengan melihat rasio power mesin, torsi, berat mobil dan system pembakaran pada mobil. Masing-masing memang memiliki kontribusi dalam meningkatkan performa mobil. Di balapan dikenal lebih lanjut aerodinamika eksterior, yang sering menjadi kunci dalam menurunkan gesekan atau hambatan udara, sekaligus meningkatkan laju mobil.
Jadi bila ada yang bilang performa mobil bisa naik signifikan dengan ganti knalpot racing, ini adalah nonsense dan tidak logis. Juga kualitas performa mobil harusnya dites melalui lab dengan pengkondisian faktor dan pengujian secara elektronik. Jangan mudah percaya dengan pendapat yang tanpa didasari uji teknis yang terpercaya.