.

Menengahi Pertengkaran pada Anak di Rumah

22 Sep 2013

Pertengkaran pada anak-anak adalah hal yang lumrah terjadi, justru akan agak “dingin” atau kaku tanpa ada perbedaan pendapat. Hanya jangan sampai pertengkaran ini menjurus ke permusuhan, bahkan adu jotos. Biasanya perbedaan yang tidak terselesaikan bisa menuai masalah di belakang hari.

Paling sering bermasalah adalah si bontot yang mau menangnya sendiri, biasanya pertengkaran atau perbedaan terjadi saat berebut permainan atau barang yang sama. Bila bunda menyuruh yang gede untuk mengalah akan menjadi blunder di belakang hari. Ini bukan penyelesaikan konflik yang baik, konflik boleh ada tapi akur atau kompromi harus selalu menjadi penyelesaian.

Memang kebiasaan orang tua membela atau menyayangi salah satu anak bukanlah hal yang sehat dalam keluarga. Akan ada istilah anak mama, anak manja yang berkonotasi negatif dan membentuk perangai buruk di antara anak. Disini yang harus ditekankan adalah penyelesaian yang adil, yang menjadi pelajaran saat mereka berada di luar dan bermain dengan anak lainnya.

Bila di rumah sudah diajari berat sebelah atau tidak fair, maka di luar rumah anak ini bisa menjadi media “bully” atau bahan olok-olok bagi teman-temannya. Memang tidak nyaman itulah yang terjadi bila setiap pertengkaran di rumah tidak dibina dengan baik. Memang terlihat masalah sepele, tapi anak belajar dari apa yang didapat di rumahnya.

Menengahi pertengkaran anak dengan adil

Memang bukan adil yang benar-benar seimbang, namun juga disesuaikan dengan komunikasi dan usia anak. Biasanya media kompromi adalah jalan yang tepat untuk menyelesaikan pertengkaran anak. Mereka harus diajari cara menyelesaikan perbedaan yang terjadi, bukan yang menang yang benar tapi yang bisa akur dan bermain bersama adalah yang benar.

Memang setiap pertengkaran harus ada resolusi sehingga tidak berulang dengan masalah yang sama. Misal si adik yang selalu menang sendiri, bila si kakak selalu dipaksa mengalah akan memberi pelajaran perilaku yang buruk dan dilakukan di luar rumah. Anak bisa jadi “troublemaker” atau “obyek bully” di luar rumah, jadi harus selalu ada resolusi yang adil bagi setiap pertengkaran.

Menengahi pertengkaran dengan berdebat

Memang sulit di awal bila komunikasi tidak terjalin dengan baik. Bila bunda membiasakan menggunakan tangan atau pemukul, maka anak tidak akan mundur bila tanpa digunakan pemukul. Padahal dengan komunikasi dan kata-kata yang tepat, debat bisa menjadi penyelesaian pada setiap pertengkaran pada anak. Perbedaan usia memang sering menjadi kendala dalam menyelesaikan pertengkaran.

Namun jangan memaksa anak untuk akur tanpa ada penyelesaian yang disetujui oleh keduanya. Memang anak-anak yang begitulah dunianya berkembang, sering bertengkar, lalu akur lag. Namun jangan biasakan menggunakan nada tinggi, apalagi sebuah pukulan yang sering memutus sebuah komunikasi dan kepercayaan yang terbentuk. Jangan biarkan pertengkaran kecil memutus kepercayaan mereka pada bunda.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
logo
Copyright © 2013. Infotipso - All Rights Reserved