.

Bayi dengan Gizi Buruk

19 Agu 2013

Ada banyak manfaat dengan memeriksakan bayi di posyandu maupun layanan kesehatan secara rutin. Ini untuk mengetahui perkembangan atau tumbuh kembang bayi yang sangat penting dalam melihat sejauh mana bunda dalam mengasuh bayinya. Memang bukan asal memberi maka saja kepada bayinya, menu yang diberikan juga harus bergizi agar bayinya tidak mengalami gizi buruk.

Ada beberapa kriteria saat bayi dinyatakan mengalami gizi buruk, biasanya bunda cukup mudah dengan mengikuti kartu sehat posyandu yang terdapat grafik perkembangan bayinya. Memang sih dalam kartu posyandu hanya tercantum berat badan, tinggi badan dan beberapa vaksinasi yang diberikan pada bayi. Ini memang sudah cukup untuk memonitor perkembangan bayi, meskipun masih ada indikator lain dalam memeriksa tumbuh kembang bayi.

Berat badan dan tinggi badan memang menjadi tolok ukur utama untuk memonitor tumbuh kembang bayi. Saat bayi mengalami gizi buruk sudah bisa diketahui dengan cepat dan mudah dari pertambahan berat badan maupun tinggi badan yang berada di bawah indikator standar. Ada garis di kurva tersebut yang menandai seseorang mengalami penurunan berat badan, maupun pertumbuhan yang stagnan. Biasanya saat tidak ada perbaikan gizi sama sekali setelah pemeriksaan terakhir, bayi akan dirujuk ke layanan medis terdekat.

Memang acuan berat badan dan tinggi badan terlalu sederhana untuk memonitor tumbuh kembang bayi. Namun memang yang menjadi pokok persoalan adalah saat gizinya kurang, maka tanda yang lainnya akan mengikuti, dan ini biasanya dengan mudah terkontrol lewat berat badan maupun tinggi badan. Inilah pentingnya membawa bayi ke posyandu secara rutin.

Memberi asupan makanan seimbang pada bayi dengan gizi buruk

Memang pada banyak kasus bayi dengan gizi buruk terjadi karena asupan makanan yang tidak seimbang di antara komponen gizi. Setiap komponen gizi memberi kontribusi pada pertumbuhan bayi, baik karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral. Kadang memang ada bayi terlalu banyak komponen karbohidratnya, namun rendah komponen protein sehingga berat badannya oke tapi tinggi badannya kurang. Dalam hal ini bunda disarankan memperbaiki komponen gizi yang diberikan pada bayinya. Ada daftar berbagai jenis makanan bayi yang kaya akan protein, meskipun pada bayi lebih disarankan ASI eksklusif yang utama.

Namun ada juga bayi yang memang asupan makanannya kurang, sering pada kasus bayi lahir prematur, maupun dengan asupan gizi yang kurang saat dalam kandungan. Biasanya ini sudah terkontrol sejak dari lahir, kecuali bila melahirkannya di luar layanan medis, biasanya terjadi gizi buruk yang berat. Pada kasus seperti ini memang tidak ada pilihan lain, bayi harus segera dirawat ke rumah sakit, untuk mendapatkan pemulihan gizi secara cepat.

ASI eksklusif dan gizi yang baik pada bunda

Memang bayi disarankan untuk selalu mendapatkan ASI eksklusif, karena memiliki kandungan gizi yang sempurna. Ini akan memberi asupan gizi yang optimal pada bayi sehingga bisa menekan kemungkinan terjadinya gizi buruk pada bayi. Selain itu bunda juga dianjurkan mengkonsumsi makanan yang bergizi selama memberikan ASI pada bayinya.

Disini memang kesehatan antara bunda dan bayinya harus dijaga, masing-masing saling berhubungan. Bila bundanya sehat, maka bisa memberikan ASI pada bayinya, sekaligus bisa mengasuh bayinya dengan baik. Namun yang utama monitor tumbuh kembang bayi dengan membawa ke posyandu atau layanan medis terdekat secara rutin. Bayi harus ditimbang berat badan dan diukur tinggi badanya setiap bulan, serta mendapatkan vaksinasi sesuai jadwal yang ada.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
logo
Copyright © 2013. Infotipso - All Rights Reserved