Waduh si bayi kok cegukan, ini mungkin reaksi bunda pertama kali melihat bayinya yang cegukan. Mungkin ada sedikit kekhawatiran, meskipun hal ini tidak perlu dikhawatirkan. Namun bagi bunda yang baru mengetahuinya, setidaknya ada rasa was-was, jangan-jangan ada yang tidak beres pada bayinya. Padahal bisa saja si bayi meskipun cegukan, dia masih terlihat riang, ketawa-ketiwi saat digoda maupun dimanja.
Menurut para ahli, seperti para pediatrician mengungkapan bahwa cegukan adalah hal normal pada bayi maupun pada siapapun. Penyebabnya memang tidak diketahui secara medis, meskipun banyak yang menghubungkannya dengan kondisi bayi, seperti pola makan yang salah maupun kondisi bayi yang kedinginan. Inipun masih dalam kondisi diduga, selama cegukannya tidak mengganggu si bayi, maka no problemalah, ini kata para ahli tentunya.
Namun bagi bunda memang harus melihat kondisi bayi secara keseluruhan, selama kondisi bayi terjaga dan terawatt dengan baik, bunda harusnya tidak usah khawatir. Lakukan semuanya seperti biasa, toh cegukan ini akan bisa hilang dengan sendirinya. Hanya hati-hati saja saat memberikan ASI maupun makanan saat bayi sedang cegukan, meskipun lebih baik tunda sampai cegukannya hilang dulu.
Kitapun yang dewasa tentunya pernah mengalami cegukan, kadang hilang dengan sendirinya, kadang hilang saat kita melihat tengadah keatas. Ini membuat rongga diafragma sedikit lebih rileks, sehingga diduga bisa menghentikan cegukan. Memang sih cegukan bisa bermasalah bila durasinya lebih dari satu jam, namun inipun sangat jarang terjadi, biasanya cegukan hilang dengan cepat dan dengan sendirinya.
Memberi rasa nyaman pada bayi yang cegukan
Bunda memang disarankan menghindari bayi dari kedinginan, selimuti bayi dengan sempurna. Ini biasanya akan mengurangi ketegangan dan kegelisahan pada bayi. Dalam banyak kasus saat bayi tenang cegukan akan hilang dengan cepat, tentunya bunda tidak membiarkan si bayi begitu saja dengan selimutnya, tapi mengendongnya, memberi rasa nyaman yang bisa membuatnya tenang dan tertidur.
Bisa pula dengan memberi posisi kepala bayi agak tengadah, ini akan membuat bayi akan lebih mudah lagi dalam bernafas. Meskipun saat bayi sudah tenang, apalagi tertidur, cegukan ini akan hilang dengan cepatnya. Biasanya memang harus dihindari memberi ASI atau makanan yang berlebihan di luar kemampuan perutnya, karena bisa membuat perut lebih tegang, meskipun akan rilis setelah melalui organ pencernaan.
Menjaga pola makan bayi agar terhindar dari cegukan
Meskipun tidak ada hubungan antara jenis makanan dengan cegukan dari bayi, namun pemberian makanan maupun ASI yang tergesa-gesa juga bisa membuat bayi sedikit tegang dan mengundangnya menjadi cegukan. Ini tentunya bisa kasus-perkasus, tapi tetap saat memberi makanan maupun ASI, bunda harus telaten dan jangan memaksa bayi untuk makan atau minum.
Satu hal lagi juga jaga kontur dari makanan bayi, meskipun ini tergantung dari usia bayi. Dalam banyak hal makanan yang sedikit kasar dan kurang cair bisa membuat tegang di rongga pencernaan maupun diafragma yang cenderung mendorong terjadinya cegukan. Memang bunda harus pintar-pintar dalam membuat hidangan buat bayinya, coba dulu makanan sebelum diberikan ke bayinya, agar bisa mengerti kontur makanan yang akan diberikan pada si bayi.