Bayi memerlukan asuan yang bergizi untuk pertumbuhannya, meskipun sangat disarankan mendapatkan ASI ekslusif plus. Maksudnya, ASI adalah menu utama sedang makanan lainnya adalah penunjang atau penambah gizi bagi bayi. ASI akan menjadi makanan pokok sampai usia bayi di atas 6 bulan, baru diikuti makanan penambah ASI atau MPASI yang bisa dipilihkan dari makanan yang bergizi tinggi.
Makanan untuk bayi bukanlah makanan yang mahal, namun makanan yang sesuai dengan usia tumbuh kembang. Pencernaan bayi memang sudah sempurna, namun masih dalam proses menjadi lebih siap terhadap makanan yang biasa dimakan orang dewasa. Pencernaan bayi memang bukan untuk ayam panggang mbok berik, atau steak iga bakar yang memang nikmat, namun belum sesuai dengan usianya.
Kontur makanan untuk bayi memang harus disesuaikan dengan tumbuh kembangnya. Makanan cair seperti ASI sampai usianya 6 bulan, baru setelah itu dicoba dengan makanan yang konturnya lunak dan mudah dicerna. Inipun juga harus disesuaikan dengan seleranya, bila bayi tidak menyukainya maka jangan sekalipun memaksanya. Berikan yang bayi sukai, mungkin sedikit percobaan akan menjadi awal bagi bayi menyukai makanan penambah ASI kegemarannya.
Makanan untuk bayi usia 0 sampai 6 bulan
Sebenarnya tidak alasan untuk mengganti ASI, bahkan kalau perlu carikan donor ASI bila produksi ASI berhalangan karena alasan medis. ASI sangat penting bagi tumbuh kembangnya, untuk pertumbuhan otaknya, untuk mulai belajar merangkak, belajar duduk, belajar bicara. Biasanya anak yang tidak mendapatkan ASI akan mengalami keterlambatan dalam tumbuh kembangnya.
ASI menjadi kunci pertumbuhan jaringan syaraf di otak yang jumlahnya milyar-an ini. Beberapa penelitian ilmiah sudah mengkonfirmasi adanya perbedaan signifikan antara bayi yang diberikan ASI dan yang tidak mendapatkan ASI sama sekali. Perbedaan pada pertumbuhan otak bayi bisa berlipat-lipat, lebih baik pertumbuhannya pada bayi yang mendapatkan ASI.
Makanan untuk bayi usia 6 bulan sampai 1 tahun
Pada usia ini bayi bisa dikenalkan dengan MPASI atau makanan penambah ASI yang konturnya halus. Inipun harus disesuaikan dengan kesukaannya, sejak usia 6 bulan bayi dikenalkan dengan bubur halus yang bisa dicampur dengan sayuran yang sudah diblender. Bila bayi tidak menyukainya, maka coba dengan tipe sayuran yang lain, biasanya bayi menyukai rasa manis yang agak mayoritas dalam makanan.
Kadang sejenis buah-buahan yang manis bisa menjadi selingan, bila perutnya sudah sering merasa lapar, tentunya konturnya harus tetap halus. Pencernaan bayi pada usia 6 bulan akan berkembang, melalui 7 bulan, 8 bulan, 9 bulan mulai bisa sedikit dicoba dengan beberapa jenis sayuran dan buah-buahan. Saat usia sudah 10 bulan, 11 bulan dan 1 tahun sudah bisa dikenalkan dengan sumber protein hewani, tentunya dengan kontur yang masih halus. Usahakan blender MPASI dengan sempurna dan berikan dalam komposisi yang seimbang.
Setiap pemberian MPASI lihat respon BAB atau buang air besarnya, apakah normal seperti biasanya? Bila berubah maka perlu dicek lagi komposisi antara sayuran dan lauk pada MPASInya. Ini untuk melihat kesiapan organ pencernaan dan responnya terhadap MPASI yang diberikan.
Makanan bayi di atas 1 tahun
Pada usia di atas 1 tahun, organ pencernaan bayi sudah mulai siap dengan makanan yang lebih mendekati yang dimakan orang dewasa. Namun harus dilakukan secara bertahap, lihat respon organ pencernaan dengan MPASI yang diberikan, bila bayi masih mudah lapar, maka konturnya sudah harus ditingkatkan ke kondisi kasar. Lihat pula perkembangan gigi bayi dalam menguyah makanan yang diberikan. Makanan seperti daging ayam, daging sapi tetap harus diblender, dan diubah mengikuti pertumbuhan giginya.
Hal yang sering dilalaikan para bunda adalah memaksa makanan pada bayinya. Biasanya ada resep dari teman yang katanya sangat baik bagi pertumbuhan bayi, namun jangan sekali-kali memaksa pada bayi untuk mendapatkan makanan tersebut. Bila bayi tidak suka maka berikan yang biasa dimakan oleh bayi. Memaksa bayi makan hanya akan mengakibatkan bayi trauma.
Tumbuh kembang bayi bukan hanya dari makanan, namun juga makanan jiwa yang menjadi landasan mental dan psikologis bayi di masa depan. Trauma di masa kecil bisa berakibat negatif bagi perkembangan mental ke depannya. Waktu makan adalah waktu bermain bagi bayi, waktu yang menyenangkan seperti kita saat makan bersama keluarga.