Bunda mungkin sedikit bingung saat mendapati buah hatinya terlambat bicara, padahal teman seumurnya sudah bisa ngoceh tak karuan. Penyebabnya bisa beragam, karena tumbuh kembang bayi ataupun balita sangatlah komplek. Bisa dari asupan makanan yang kurang bergizi, terutama ASI ekslusif. Bisa juga karena adanya gangguan di pendengarannya.
Ada semacam kombinasi dalam membentuk anak bisa bicara, dan faktor yan mempengaruhinya tidak bisa berdiri sendiri. Semua faktor saling mempengaruhi, sehingga bisa membuat seorang bayi maupun balita sudah bisa bicara di usianya yang dini. Memang tidak ada patokan yang pasti kapan anak sudah harus bisa bicara. Sebagian ahli memberi isyarat usia anak dua tahun adalah masa terakhir anak sudah harus bisa bicara.
Meskipun lebih sering ada juga anak usia 1 tahun sudah bisa bicara, namun rentang tumbuh kembang anak memang beragam. Saat usia 1 sampai dua tahun adalah masa perkembangan yang historik, dimana anak biasanya sudah bisa berjalan dan mulai ngoceh atau bahkan sudah bisa bicara. Masa usia ini bunda memang harus teliti dalam melihat tumbuh kembang anak, dan harus rajin berkonsultasi dengan pihak yang ahli mengenai keadaan buah hatinya.
Konsultasi dengan bagian medis kemungkinan gangguan pendengaran
Sebenarnya ada rentang yang panjang mengenai pertumbuhan organ pendengaran anak. Sejak masih dalam kandungan, hingga usia bayi menyusui sampai anak mulai mengenal orang di sekitarnya. Masa krusial adalah saat organ pendengarannya terbentuk dan saat stimulasi diberikan pada anak.
Kadang meskipun pertumbuhan organ pertumbuhan bagus, bila stimulasi pada anak kurang, maka anak akan tetap mengalami telat bicara. Demikian pula bila stimulasi yang diberikan sudah bagus, tapi pertumbuhan organ pendengarannya kurang, maka akan tetap telat bicara. Biasanya anak yang tidak diberikan ASI ekslusif 6 bulan ke atas, akan mengalami tumbuh kembang yang lambat. ASI memiliki peran yang besar dalam membangun jaringan syaraf di otak, seperti jaringan syaraf pendengarannya, maka berilah ASI ekslusif agar tumbuh kembangnya baik.
Pada beberapa kasus anak memang mengalami gangguan di organ pendengarannya. Bisa karena ada kotoran yang menyumbat di telingganya bisa menggangu fungsi oendengarannya. Biasanya anak tidak ada respon saat tepukan atau suara keras di dekatnya, maka ini sudah harus diwaspadai. Pihak medis biasanya melakukan pembersihan kotoran di telinga anak, sebelum melakukan serangkaian tes pendengaran. Bila respon pendengarannya masih tetap kurang serangkaian tindakan medis mungkin dilakukan, tergantung dari keparahan dari gangguan pendengaranya.
Konsultasi dengan pihak medis sangat penting untuk mengetahui gangguan di fungsi pendengarannya. Ini bisa membuat stimulasi atau rangsangan pada indra pendengarannya menjadi lebih efektif. Anak tetap harus distimulasi atau dididik kosa kata yang akan menambah perbendaraan kata bagi dia untuk mulai belajar bicara.
Asupan bergizi dan stimulasi di indra pendengaran
Usia balita adalah usia pertumbuhan dan belajar, maka kedua hal ini sangat penting bagi tumbuh kembangnya. Bunda harus memperhatikan asupan ASI saat masih bayi, juga kelanjutan asupan gizinya untuk meneruskan tumbuh kembangnya. Usia 0 sampai 5 tahun adalah masa pertumbuhan otak yang sangat penting. Kekurangan gizi di usia ini bisa mengganggu tumbuh kembang anak, khususnya kemampuannya berbicara.
Pada usia itu anak juga harus mendapatkan stimulasi atau pendidikan bagi tumbuh kembang yang maksimal. Anak harus mendapatkan stimulasi sejak dini, berikan bunyi-bunyian, suara merdu, lagu atau musik yang akan mengembangkan kemampuan indra pendengarannya dan kemampuan dia untuk berbicara.