Kadar gula darah yang tinggi sering diidentikan dengan penderita kencing manis. Meskipun bisa juga terdapat pada orang normal yang senang mengkonsumsi makanan berindeks glikemik tinggi. Mereka akan memiliki kecenderungan menderita prediabetik atau gejala kencing manis. Dimana suplai insulin mulai kewalahan memenuhi kebutuhan tubuh karena lonjakan konsumsi makanan berindeks glikemik tinggi yang terus menerus.
Tidak ada tanda fisik yang menonjol saat orang normal mengalami kadar gula darah yang tinggi. Hanya dengan pemeriksaan laboratorium, gula darah mereka berada di tingkat borderline, yaitu kisaran 110-120 mg/dl. Normal gula darah puasa di bawah 110 mg/dl, sedang penderita kencing manis memiliki gula darah puasa di atas 180 mg/dl.
A. Gula darah tinggi sering terjadi pada usia muda.
Namun pada beberapa orang yang yang produksi insulinnya masih ada, tapi kewalahan dengan tingginya kadar gula darah, mulai menunjukan tanda seperti penderita kencing manis. Seperti badan mengeluh sering lemas, walaupun sehabis makan. Kemudian sering kencing, walaupun tidak minum air berlebihan. Inilah yang disebut prediabetik atau gejala kencing manis, hal yang sering menjadi tanda awal bagi calon penderita diabetes tipe II.
Kalau dahulu diabetes tipe II biasanya diderita usia 40 tahun keatas karena proses degeneratif. Maka saat ini usia muda sudah mulai mengidap diabetes tipe II. Menurut para peneliti konsumsi makanan yang berindeks glikemik tinggi dan pola hidup yang tidak sehat, yaitu malas bergerak, menjadi pemicu tingginya kadar gula darah yang berakhir dengan menderita diabetes tipe II.
B. Gula darah tinggi berakibat penyusutan volume otak.
Bahkan sebuah penelitian di Australia menghubungkan tingginya kadar gula darah dengan penyusutan otak dan penyakit demensia. Peneliti dari Australian National University di Canberra, baru-baru ini melakukan penelitian terhadap 249 orang usia 60 sampai 64 tahun yang memiliki kadar gula darah normal, yaitu di bawah 110 mg/dl. Mereka discan otaknya pada awal penelitian, dan dilakukan lagi pada empat tahun kemudian. Hasilnya mereka yang memiliki kadar gula darah yang tinggi atau prediabetes, ataupun sudah diabetetes mengalami penyusutan volume otaknya di daerah hippocampus dan amygdala. Suatu daerah yang yang berhubungan dengan fungsi mengingat pada manusia.
Namun sebenarnya tergantung pada komplikasi yang terjadi di
tubuh. Jika komplikasinya menyerang organ ginjal bisa terjadi gagal ginjal.
Jika komplikasinya di mata, biasanya kemampuan melihat akan berkurang. Maka
komplikasi bisa terjadi kapan saja dan pada semua organ di tubuh.
Disini pentingnya mengontrol kadar gula darah dengan mulai mengatur pola makan dengan makanan yang berindeks glikemik rendah dan menjaga tubuh agar selalu beraktifitas (olahraga). Konsumsi makanan segar lebih dianjurkan daripada makanan yang dimasak. Pengaturan pola makan adalah syarat utama agar kadar gula dalam darah tidak terlalu tinggi. Sedang aktifitas tubuh diperlukan untuk membakar kalori dan sekaligus mengontrol kadar gula darah.