Memang setiap computer/perangkat yang terhubung ke internet mendapatkan satu IP address untuk identifikasi. Dan alamat ini mendekati habis karena booming internet yang luar biasa, di luar perkiraan para pembuat IPv4. Padahal stok IPv4 adalah 4,3 milyar, memang terlihat banyak ketika tahun 80-an.
Maka para
ilmuwan mulai membuat sistem penamaan IP yang lebih baru, yang lebih bisa
mengakomodasi perkembangan pemakai internet di seluruh dunia. Memang perlu jalan panjang sebelum muncul Ipv6
yang diharapkan bisa menutup ledakan jumlah pemakai internet. Terutama pemakai
internet mobile yang semakin trend akhir-akhir ini.
Ipv6 atau
internet protokol versi 6 yang memiliki kemungkinan IP address sebanyak
340.282.366.920.938.463.463.374.607.431.768.211.456, wow.. ini mungkin sebanyak
bulu-bulu di kulit beberapa kambing(kata abunawas, ketika disuruh khalifa Harun
Al Rasyid menghitung jumlah bintang di langit he...he..he..).
Lihat perbandingannya berikut ini:
Sel dalam tubuh manusia:
100.000.000.000.000
Jumlah air di planet ini dalam liter:
1.260.000.000.000.000.000.000
Perkiraan terkecil jumlah bintang di alam semesta kita:
10.000.000.000.000.000.000.000
Perkiraan terbesar jumlah bintang di alam semesta kita:
1.000.000.000.000.000.000.000.000...
Jumlah alamat situs yang tersedia:
340,282,366,920,938,463,463,374,607,431,768,211,456 ....
Jadi berapa banyak bintang yang ada di langit?
Terus terang, kita belum tahu (namun kata abunawas sebanyak jumlah bulu di kulit kambing... jadi hitung sendiri ya.. he..he..he)- tapi dari apa yang dapat kita lihat di alam semesta, kita dapat membuat estimasi. Universetoday.com memperkirakan rata-rata antara 100 miliar dan satu triliun bintang.
Kenapa IPv6 lebih banyak dari bintang, karena IPv4 yang menggunakan struktur xxx.xxx.xxx.xxx hanya memiliki kemungkinan 4 milyar. Maka IPv6 menggunakan struktur xxxx: xxxx: xxxx: xxxx: xxxx: xxxx: xxxx: xxxx sehingga kemungkinannya bisa melebihi jumlah bintang di alam semesta kita(hitung saja sendiri angkanya... he..he..he).
Namun
dengan adanya IPv6 memang menutup kebutuhan para pemakai internet untuk saat
ini. Akan tetapi tetap akan dibutuhkan teknologi baru penamaan internet yang
besar lagi. Karena bagaimanapun teknologi internet akan berkembang lagi di luar
perkiraan.
Dunia
nyata ternyata sudah mulai menyatu dengan dunia maya. Dan pasti akan melahirkan
inovasi kreatif untuk menghubungkan keduanya menjadi satu. Bayangkan jika semua alat di rumah terhubung
dengan internet, maka kita akan bisa mengaksesnya dari kantor. Seperti
menyiapkan makan malam dari kantor. Dan berapa jumlah yang akan didapat, mungkin
akan di luar perkiraan.
Memang angka yang keluar sudah melebihi kalkulator anda. Dan begitulah internet, dalam 30 tahun sudah memiliki ukuran alam semesta.