.

Tips Mengemudi di Jalan Tol

28 Feb 2014

Hal yang sering terjadi di jalan tol adalah kecelakaan akibat tidak mematuhi batas kecepatan maksimal. Pengemudi sering ugal-ugalan dan main kebut karena memanfaatkan kondisi jalan bebas hambatan yang longgar dan nyaman. Memang kecelakaan sering tidak bisa dihindari saat kecepatan terlalu tinggi hingga tidak bisa mengendalikan laju mobil.

Pada posisi kecepatan tinggi di atas 40 kilometer perjam membutuhkan waktu lebih lama untuk merespon maupun untuk berhenti. Sering hal inilah yang memicu kecelakaan tunggal maupun berantai. Pengemudi tidak bisa mengendalikan laju mobilnya akibat sudah terlalu cepat.

Memang ada aturan yang harus dipatuhi selama berkendara di jalan tol, mulai dari batas kecepatan maksimal, penggunaan lajur jalan tol, hingga jarak dengan kendaraan lainnya. Semua ini memang bertujuan untuk menghindari kecelakaan dan selamat sampai di tujuan. Memang jalan tol adalah jalan bebas hambatan yang ditujukan untuk menghindari kemacetan di jalan arteri, namun bukan berarti bisa seenaknya dalam berkendara.

Ada lajur lambat dan cepat yang terpisah oleh marka putus-putus, ini harusnya menjadi perhatian. Jangan gunakan lajur cepat bila posisi laju kendaraan di bawah kecepatan minimal. Sering untuk menghindari rombongan mobil di depan, pengemudi mengambil lajur cepat. Padahal ada aturan untuk mengambil lajur cepat yang harus dipatuhi.

Saat mengambil lajur cepat atau menyalip, usahakan tidak dalam posisi “blind spot”. Hindari posisi mobil berada diantara mobil depan dan belakang, sehingga tidak bisa melihat spion tentang kondisi lalu lintas di jalur cepat saat akan menyalip. Sering akibat aksi mendahului kendaraan lain tanpa melihat laju mobil di jalur cepat bisa mengakibatkan kecelakaan berantai.

Ini wajar terjadi saat mobil di jalur cepat berjalan dengan kecepatan tinggi, tiba-tiba ada mobil yang nyelonong di depannya. Ini yang harus dihindari pada saat posisi akan menyalip usahakan memiliki kecepatan yang sama dengan mobil di jalur cepat. Memang aturan untuk memasuki sebuah jalur kendaraan harus dipatuhi kecepatannya dan menunggu kondisi bebas kendaraan di posisi belakang.

Hal lain yang juga sering dilanggar adalah menyalip dari bahu jalan, jalur yang harusnya hanya untuk parkir bagi kendaraan yang sedang bermasalah adalah bukan jalur untuk menyalip. Biasanya sering terjadi kecelakaan, bisa tunggal maupun berantai akibat penggunaan jalur yang salah ini. Selalu posisikan mengemudi di kondisi yang aman dan perhatikan laju mobil lainnya.

Juga jalan tol bukannya arena kebut-kebutan, jangan terpancing dengan pengemudi yang menyalip seenaknya. Biasanya akan dibalas dengan bel, lampu dim atau malah mengikuti mobil tersebut hingga terjadi kejar-kejaran di jalan tol. Sering emosi mudah terpancing saat yang menyalip adalah mobil yang kelasnya berada di bawahnya.

Lebih baik kendalikan emosi, patuhi jalur kendaraan, dan menyalip di jalur cepat dengan aman. Selalu gunakan tanda atau “sign” setiap mau merubah posisi jalur dan ikuti kecepatan mobil di setiap jalurnya. Berkendara yang baik bukanlah yang cepat sampai tujuan, tapi yang bisa selamat sampai di tujuan.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
logo
Copyright © 2013. Infotipso - All Rights Reserved