Biasanya ban tubeless hanya untuk velg racing yang rata dan tidak bisa digunakan untuk velg jari-jari atau ruji. Bila orang ingin pakai ban tubeless, mereka harus ganti velgnya menjadi velg racing. Namun dalam perkembangannya ditemukan cara untuk menggunakan ban tubeless di velg jari-jari.
Memang harganya lebih mahal dikit, karena harus menambahkan selasar pada velg jari-jari agar bisa dipasang ban tubeless. Beda harganya hanya di kisaran 10-20 ribu, namun sangat berharga bisa digunakan untuk ban tubeless, daripada harus mengganti dengan velg racing yang harganya bisa ratusan ribu. Memang ban tubeless memiliki keunggulan dibandingkan ban biasa dalam hal keselamatan berkendara, meskipun pada akhirnya biaya dan ongkos pemeliharaannya sedikit lebih mahal.
Ban tubeless memang tidak langsung bocor dan kempis saat terkena paku, tidak seperti ban biasa yang bisa langsung kempis dan pecah. Pada kecepatan tinggi ban biasa yang terkena paku bisa mengakibatkan kecelakaan yang cukup fatal. Kontrol sepeda motor bisa oleng dan sulit dikendalikan. Namun tidak untuk ban tubeless, bila terkena paku akan kempis secara perlahan, ini setidaknya bisa menghindarkan dari kecelakaan dan bahaya pada jalan yang dilalui.
Biasanya kejahatan terjadi dengan memasang ranjau paku untuk merusak motor yang sedang lewat. Namun dengan ban tubeless, kebocoran bisa dihandel dengan cepat dan daerah yang rawan kejahatan bisa dilalui. Meskipun ban tetap akan kempes juga, namun setidaknya bisa terhindarkan dari aksi kriminalitas di jalanan, maka tidak heran ban tubeless mulai banyak digemari.
Permasalahannya memang harus ganti velg racing yang harganya bisa ratusan ribu, namun dalam perkembangannya bisa diaplikasikan pada velg jari-jari. Teknologi ini mungkin masih terbatas dan hanya di beberapa bengkel sepeda motor yang sudah mendapatkan teknik memasang ban tubeless di velg jari-jari. Meskipun lebih enaknya sih pasangnya di velg racing.
Beberapa kemungkinan memang bisa bikin velg jari-jari bengkok bila dipaksakan pakai ban tubeless. Namun bisa diantisipasi bila ban tubelessnya diisi dengan nitrogen. Memang udara nitrogen sifatnya lebih dingin bila dibandingkan udara biasa yang bisa memuai dan membengkokan velg jari-jari. Meskipun sebenarnya nitrogen tidak disarankan bila kondisi jalanan yang dilalui tidak rata, karena memang sangat berbahaya untuk ban tubeless.
Sebenarnya hal ini harus disesuaikan dengan pemakaian dan kondisi jalanan. Memang ban tubeless lebih unggul dalam hal keselamatan, namun ban biasa juga masih oke-oke saja, selama tidak dipakai kebut-kebutan. Juga ban biasa irit pemeliharaan, ongkos tambal bannya juga murah. Namun dalam perkembangannya memang mengarah ke tubeless, karena meskipun sudah bocor masih bisa dipompa sampai ketemu tukang tambal ban tubeless. Memang secara keamanan dan kenyamanan berkendara, ban tubeless sangat disarankan.