Printer inkjet memang banyak digemari, karena harganya yang murah, dan kualitas printing yang bagus. Printer inkjet juga bisa dimodif, sehingga harga tintanya bisa didapatkan lebih murah lagi. Karena kelebihannya itu printer inkjet merajai penjualan printer saat ini.
Namun printer inkjet memiliki kelemahan juga. Kelemahan dari printer inkjet adalah mudah buntu printheadnya, sehingga hasil printing sering berkurang kualitasnya. Penyebab dari buntunya printhead kebanyakan karena unsur tintanya yang kurang bagus atau kurang berkualitas.
Disamping itu printer inkjet yang jarang dipakai juga menyebabkan printheadnya buntu. Akibatnya sering terjadi boros dalam pemakaian tinta, karena printer harus dilakukan head cleaning setiap mengalami buntu di printheadnya. Maka solusi yang terbaik adalah merawat printer inkjet dengan rutin.
Melakukan head cleaning secara rutin.
Memang head cleaning bisa memboroskan pemakaian tinta, namun akan tambah boros lagi bila tinta sudah mengering di printheadnya. Resikonya bisa lebih buruk lagi. Karena harus dilakukan servis pada printer tersebut.
Head cleaning bisa dilakukan dua hari sekali, tapi tergantung juga pada jenis tinta yang dipakai. Bila tinta yang dipakai orisinil, maka head cleaning bisa dilakukan seminggu sekali. Namun bila tinta yang dipakai tidak orisinil, head cleaningnya bisa lebih sering lagi.
Pakailah tinta yang orisinil.
Memang tinta orisinil lebih dianjurkan daripada tinta jenis “tembakan” alias tidak orisinil. Karena tinta yang tidak orisinil bisa merusak printhead. Kerusakan dapat terjadi pada printhead, biasanya terjadi bila printhead terlalu sering mengalami buntu. Dan biasanya bila sering buntu akan dilakukan head cleaning atau kadang servis pada printheadnya. Hal inilah yang bisa membuat printheadnya cepat rusak.
Memang tinta orisinil lebih mahal, tapi bisa membuat printhead lebih awet. Tapi bisa juga dengan menggunakan tinta jenis premium, yang harganya di bawah harga tinta orisinil. Dengan perawatan yang baik, maka printhead bisa terjaga dari kering atau buntu.
Jangan dipakai secara berlebihan.
Pada beberapa kasus pemakaian printer yang berlebihan atau overload bisa membuat printhead menjadi panas. Dan kerusakan pada printer bisa tak terhindarkan. Maka biasakan mengistirahatkan printer setelah dipakai sekitar dua jam non stop.
Hal ini juga bisa mengistirahatkan mesin pada printer juga. Mesin printer adalah pengerak pada pergerakan printhead. Biasanya mudah menjadi panas, atau kadang tali penggeraknya cepat aus pada pemakaian yang berlebihan.
Gunakan settingan medium quality.
Penggunaan settingan maksimal sering memaksa printer bekerja lebih keras. Tak jarang hal ini menyebabkan kerusakan pada printer. Apalagi bila digunakan nonstop tanpa henti.
Setidaknya buat settingan di medium quality untuk kualitas yang bagus. Atau gunakan setingan terbawah bila hanya untuk melakukan print jenis teks. Ini akan membantu menjaga printer lebih awet.