Banyak vendor komputer yang menjual produk mereka tanpa OS, alias tidak ada program yang terinstall di dalamnya. Seperti pada produk laptop, netbook, maupun ultrabook. Hal ini memang memberi keleluasaan pada pembeli untuk menggunakan program yang diinginkan. Karena memang banyak OS yang tersedia di pasaran.
Namun kemudahan ini menjadi celah bagi pengguna komputer untuk menggunakan program gratisan, yang seharusnya tidak gratis atau free. Biasanya ada beberapa penyedia OS yang menjual lisensinya untuk satu produk atau beberapa paket produk. Dan produk yang tidak gratis inilah yang sering menjadi sasaran pembajakan.
Memang tidak dipungkiri program yang tidak gratis memiliki kualitas yang baik. Karena jelas diperlukan modal atau usaha untuk membuat program tersebut. Sehingga wajar mereka menjual lisensi program tersebut.
Tapi banyak pula pihak yang bisa membobol program tersebut, agar bisa digunakan tanpa lisensi. Hal ini sering dikenal dengan crack program, atau program bajakan. Banyak site yang menyediakan program copian atau bajakan ini. Begitu banyaknya sampai vendor OS tersebut tidak mampu menghadang penyebaran produk bajakan tersebut.
Program bajakan mudah terkena virus.
Ini memang bukan isapan jempol atau praduga saja, memang program bajakan biasanya mudah terkena virus. Hal ini terjadi karena ada cela atau “bug” pada program bajakan tersebut. Celah tersebut bisa terjadi karena memang dibuat oleh pembajak, atau bisa juga karena tidak ada opsi update pada program bajakan tersebut.
Opsi update pada setiap program memberi perbaikan atau pengembangan program menjadi lebih stabil. Ketika program kehilangan opsi updatenya, maka program akan rentan menjadi tidak stabil dan mudah ditembus oleh virus maupun malware. Update memang disarankan oleh setiap program, untuk menjadi lebih stabil.
Pada beberapa kasus program bajakan memang dibuat untuk menyebarkan virus. Sudah tentu ada keuntungan dari si pembuat program bajakan tersebut, dan kerugian di pihak pengguna program tersebut. Maka lebih baik jangan gunakan program bajakan.
Dapatkan program dari trusted source.
Maksudnya dapatkan setiap program yang akan anda gunakan dari sumber yang terpercaya alias trusted source. Biasanya trusted source adalah pihak pembuat program tersebut, dan affiliate dari pembuat program atau reseller resmi yang terdaftar di vendor OS tersebut. Beberapa program yang berasal dari trusted source memiliki tanda khusus dari vendornya.
Program yang untrusted source alias tidak berasal dari sumber terpercaya, biasanya rawan terinfeksi virus atau sengaja disisipi virus maupun malware. Hal ini terjadi karena memang selalu ada pihak yang ingin mengambil keuntungan dari sebuah produk. Sudah tentu dengan cara yang singkat dan merugikan pengguna program.
Bila anda menyukai program gratisan, maka cek dulu program tersebut sebelum memakainya. Minimal scan dengan program antivirus yang handal. Dan jangan gunakan program yang dicrack alias bajakan.