Sebuah netbook bisa diupgrade OS-nya, bila spesifikasi netbook sesuai dengan OS yang baru. Karena bila tidak memenuhi kebutuhan OS yang baru, OS tidak akan bisa diupgrade. Biasanya akan ada prasyarat pada OS baru, yang harus dimiliki oleh sebuah netbook.
Bila OSnya lebih baik, biasanya akan membutuhkan spek netbook yang lebih baik. Hal ini karena OS yang baru memiliki fitur tambahan yang tidak dimiliki OS sebelumnya. Dan ini jelas membutuhkan spek yang lebih baik dari OS sebelumnya.
Kadang upgrade OS diperlukan untuk keperluan sebuah aplikasi. Misal sebuah aplikasi office rilis terbaru membutuhkan spek OS tertentu. Maka untuk memenuhi kebutuhan aplikasi office tersebut, sistem netbook harus diupgrade ke OS yang lebih tinggi.
Memang biasanya OS yang baru rilis menjanjikan fitur-fitur baru, yang tidak dimiliki OS sebelumnya. OS rilis terbaru juga menawarkan tampilan yang lebih menarik dari OS yang lama. Dan biasanya vendor akan memberi discount untuk upgrade OS tersebut. Ini yang membuat upgrade OS menjadi menarik.
Spek netbook sesuai dengan minimum requirement OS yang baru.
Saat rilis OS baru, biasanya vendor akan menyediakan informasi seputar minimum requirement OS tersebut. Bila netbook ingin diupgrade ke OS tersebut, sistem netbook harus memenuhi minimum requirement OS tersebut. Seperti kapasitas prossesor, RAM, hardisk, grafis adapter, harus diatas minimum requirement OS tersebut.
Spek sebuah netbook bisa dilihat di BIOS setting, yang bisa diakses saat sistem loading di awal power up. Atau bisa juga dicek di sistem informasi sebuah netbook. Atau bisa juga dengan googling tipe netbook, akan didapat spek secara deatail. Namun yang paling cepat dan akurat adalah dengan melihat di BIOS.
Memilih opsi upgrade atau fresh install OS yang baru.
Pada saat install OS yang baru biasanya akan disodorkan dua pilihan. Yaitu pilihan upgrade dan pilihan install fresh sistem. Bila anda menginginkan semua aplikasi yang ada pada OS yang lama tetap “intact”, maka pilihan opsi upgrade adalah pilihan yang tepat. Karena anda tidak akan direpotkan untuk menyediakan “driver” pada OS yang baru. Biasanya persoalan “driver” adalah masalah utama saat install pada sebuah sistem yang baru.
Bila anda memilih fresh install pada netbook tersebut, maka yang jelas anda harus memiliki semua “driver” yang dibutuhkan oleh OS yang baru. Anda bisa pergi ke netbook site, untuk mendapatkan “driver” yang dibutuhkan. Biasanya pihak manufaktur menyediakan driver netbook untuk OS tertentu.
Biasanya fresh install memberi keunggulan atas opsi upgrade tadi. Karena sistem yang baru memiliki kecepatan dan kestabilan yang lebih baik. Meskipun harus menyediakan semua driver yang dibutuhkan oleh OS yang baru.