Tentu bisa menjadi hal yang mengasyikkan bisa bermain PC games di pojok taman. Dan tentunya dengan menggunakan laptop, atau netbook. Apalagi PC games terbaru memiliki kualitas 3D, dan sejumlah petualangan di seri-seri games-nya.
Namun tanpa disadari, mungkin laptop atau netbook anda akan mengalami crash atau mati. Meskipun laptop masih bisa dihidupkan lagi, namun tanda awal laptop crash akibat bermain PC games, merupakan “alarm” adanya kerusakan pada laptop tersebut. Memang PC games memiliki dampak atau akibat buruk terhadap ketahanan sebuah laptop.
Rusaknya sistem pendingin pada laptop akibat PC games.
Pada laptop atau netbook yang baru dibeli, dimana semua hardware masih berfungsi normal, mungkin tidak ada gejala laptop crash atau mati akibat bermain PC games. Namun setelah dipakai untuk beberapa waktu tertentu, akan ada penurunan kemampuan sistem pendingin pada laptop. Hal ini karena secara teknis sistem pendingin, seperti kipas, akan mengalami keausan. Sebelum akhirnya crash atau mati.
Memang pada penggunaan aplikasi, sejenis PC games, memerlukan “komputasi” atau kerja hardware yang optimal. Apalagi pada PC games jenis 3D, yang akan membuat sistem hardware bekerja keras. Hal ini membuat sistem pendingin bekerja keras pula, yang akibatnya umur atau masa pakainya semakin pendek, alias cepat rusak.
Biasanya akan ada tanda awal seperti laptop crash, meskipun laptop masih bisa dihidupkan lagi. Kalau biasanya sistem pendingin masih mampu mendinginkan sistem, pada saat tertentu akan aus, dan crash. Maka pada saat itu anda harus segera mengganti sistem pendingin, sebelum keadaan menjadi lebih serius, seperti kerusakan sistem atau board pada laptop.
Cara mengetahui atau memonitor kerja sistem pendingin adalah dengan memasang program suhu CPU atau chipset. Lebih baik lagi jika bisa memonitor RPM dari kipas pendingin tersebut. Sehingga ketika terjadi kerusakan pada sistem pendingin, bisa dicegah kerusakan berlanjut ke sistem atau board pada laptop.
Rusaknya motherboard pada laptop akibat PC games.
Kegagalan sistem pendingin akan membuat motherboard pada laptop atau netbook menjadi panas. Padahal panas atau suhu yang tinggi pada board, akan bisa membuat board “memuai” atau “molet” atau “bengkok”, yang berakibat bisa merusak jalur pada board laptop. Sehingga laptop akan mengalami kerusakan.
Suhu yang panas juga bisa merusak komponen di board laptop. Seperti komponen utama laptop, yaitu CPU, dan chipset. Meskipun sistem biasanya akan “shutdown” secara otomatis, saat sistem mengalami overheating. Namun overheating pada laptop untuk waktu yang sering atau lama bisa merusak laptop secara keseluruhan.
Maka untuk menghindari akibat buruk PC games pada laptop, sistem harus memiliki program yang memonitor kerja sistem pendingin. Sehingga saat sistem pendingin sudah mengalami penurunan atau kerusakan akan bisa segera diketahui dan diganti yang baru. Ini untuk mencegah kerusakan sistem pada laptop secara keseluruhan.