Netbook seperti laptop atau perangkat komputer lainnya bisa
mengalami “crash” atau “mati” atau tidak bisa loading atau tidak bisa booting.
Hal ini bisa disebabkan oleh banyak faktor. Diantaranya bisa karena hardisknya
rusak, boot filenya korupt atau rusak, RAMnya “mati”, atau bisa juga karena
jack DCnya rusak.
Maka cara mengatasi netbook yang “ngadat” dan tidak mau
loading ini adalah dengan melihat pesan yang diberikan oleh netbook. Apa yang
tertulis di layar netbook, apakah boot file missing?, apakah hanya terdengar
bunyi “bib-bib”? apakah netbook restart saat sedang loading? Dengan melihat
tanda atau pesan yang disampaikan kita bisa mencoba mengatasi netbook “mati”
ini. Meskipun mungkin anda tak perlu pusing, segera bawa ke servis komputer,
habis perkara.
Namun setidaknya jika anda tahu penyebabnya, anda bisa
mengatasi sendiri, sehingga bisa menghemat waktu dan tenaga anda. Namun
kebanyakan netbook mati, karena masalah software. Dan sangat jarang karena
masalah hardware, kecuali netbook yang sudah lama dipakai.
Cek jack DC dan adaptornya.
Jika netbook tidak mau start atau nyala, coba cek jack DC
dan adaptornya. Jika saat jack DC dicolok ke netbook, tidak ada indikator power
di netbook yang nyala, maka bisa bisa jadi adaptornya rusak atau konnektor jack
DCnya yang rusak. Namun jika saat dicolok power indikatornya nyala, tapi tidak
mau start, maka bisa dipastikan konnektor DCnya yang rusak.
Resolder konnektor DC bisa dilakukan, jika konnektornya yang
rusak. Biasanya pada netbook jenis tertentu, memiliki kelemahan di konektor
DCnya. Dan resolder biasanya bisa
mengatasi masalahnya. Namun jika netbook pernah mengalami masalah ini, maka
anda jangan sering melepas jack DC dari netbook tersebut. Karena konektor DC
tersebut akan rusak lagi. Resikonya anda harus memasang selamanya.
Boot disk not found atau missing.
Jika netbook bisa start atau nyala dan “stack” dengan boot
disk not found atau missing, maka cara mengatasinya dengan melihat hardisknya
dulu. Apakah hardisknya masih terdeteksi oleh BIOS, jika hardisk tidak
terdeteksi, maka bisa jadi hardisknya sudah rusak. Cara mengeceknya dengan
melihatnya di BIOS, tekan F2 untuk masuk ke BIOS. Ini tergantung dari jenis
netbook, keystroke ke BIOS bisa berbeda, kadang dengan menekan tombol “esc”
untuk masuk ke BIOS.
Jika hardisknya masih terdeteksi, maka biasanya dengan
reinstall OS atau mengganti boot filenya, sistem akan bisa loading kembali.
Anda bisa menggunakan flashdisk hirens yang tersedia di Toko Komputer Online.
Disitu anda bisa copy boot file ke root sistem, agar sistem bisa loading
kembali.
Sistem restart saat loading OS.
Ini bisa terjadi karena ada file sistem yang korupt atau
bisa juga hardisknya rusak. Cara mengatasinya adalah dengan reinstall OS,
karena anda akan kesulitan mencari file mana yang korupt. Reinstal akan butuh
waktu sekitar 30 menit dan selesai masalah. Anda harus back up dulu datanya
sebelum reinstall.
Namun jika sistem “stack” tidak mau diinstall ulang, maka
bisa jadi hardisknya yang rusak. Namun pastikan cek dulu dengan program hirens,
apakah kerusakan hardisk bisa diperbaiki atau tidak. Jika tidak bisa
diperbaiki, maka ganti hardisknya.
Kebanyakan netbook “mati” atau “crash” karena sistem atau
program OSnya yang korupt. Dan biasanya dengan reinstall akan menyelesaikan
masalah. Namun selalu pasang antivirus, karena biasanya virus atau malware-lah
yang menyebabkan sistem OS korupt.