.

Cara Tercepat Reinstall OS

26 Jan 2013


Ada saat OS pada netbook atau laptop mengalami masalah, sehingga harus diinstall ulang. Mungkin jika hanya “simple” reinstall tidak akan terlalu lama, yaitu tetap mempertahankan sistem yang lama. Namun jika itu “fresh” reinstall, maka akan menginstall programnya satu-persatu. Ini yang akan memakan waktu.

Cara tercepat dalam reinstall OS, yaitu dengan melakukan clonning sistem. Cara ini dengan memback-up sistem laptop atau netbook, yang memilliki spesifikasi yang sama. Kemudian diinstalkan ke sistem yang baru. Sudah tentu dengan berbagai program yang terinstall didalamnya. Biasanya hanya butuh waktu 15 menit.

Cara ini sangat berguna untuk instal atau reinstall OS pada laptop atau netbook atau komputer dalam jumlah yang banyak. Sudah tentu ini akan menghemat waktu, dan tenaga. Meskipun ini digunakan pada single netbook atau laptop juga bisa, yaitu dengan memback-up sistem setelah install untuk pertama kalinya. Atau bisa juga saat anda membeli netbook atau laptop baru, segera back-up sistemnya, dan back-up-an sistem ini bisa digunakan untuk reinstall di masa datang.

Back-up sistem atau OS dengan Ghost.

Saat anda membeli netbook atau laptop yang baru, segera back-up dengan program ghost. Program ini bisa anda dapatkan pada hirens flashdisk, di Toko Komputer Onlines. Simpan hasil back-up di partisi lain terpisah dari partisi sistem. Atau bisa juga disimpan di flashdisk, tapi anda harus menyediakan flashdisk dengan kapasitas yang besar, sesuai dengan kapasitas sistem tersebut.

Namun pastikan bahwa sistem atau OS yang diback-up tadi dalam keadaan sehat, atau tidak terinfeksi virus. Karena jika ada virus didalam sistem akan membuat masalah yang sama di sistem yang baru. Anda harus scanning sistem dulu, sebelum melakukan back-up.

Memang kelemahan dari cara clonning ini, jika sistem yang akan diback-up memiliki masalah, seperti terinfeksi virus. Maka akan mengakibatkan masalah di sistem yang akan di install nantinya. Namun memiliki kelebihan dari kecepatan dan waktu yang dihemat dalam menginstall sebuah OS.

Copy hasil back-up ke partisi sistem yang baru.

Partisi yang akan diinstall OSnya tadi harus diformat sesuai dengan sistem asalnya. Misal jika sistem asal menggunakan NTFS, maka partisi yang yang akan digunakan juga harus diformat dengan NTFS juga. Kemudian dengan program ghost copy-pastekan back-up sistem tadi ke partisi yang baru tadi.

Saat anda restart sistem, maka OS sudah siap dipakai. Namun bisa saja tidak loading atau “blue screen”, jika hardware di sistem yang baru mengalami perubahan atau tidak sama dengan aslinya. Pada PC dekstop sering terjadi hal tersebut. Permasalahannya memang di hardware yang sudah mengalami perubahan.

Sedang pada netbook atau laptop “blue screen” jarang terjadi. Maka sebaiknya lepas hardware yang terakhir dipasang, ini untuk memudahkan sistem untuk loading terlebih dahulu. Baru kemudian pasang hardware tersebut. Perbedaan hardware sekecil apapun memang bisa menimbulkan “blue screen” atau sistem tidak mau loading.

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
logo
Copyright © 2013. Infotipso - All Rights Reserved