Mungkin ini fakta yang mencemaskan, banyak orang di usia muda sudah menderita kencing manis tipe II. Hal ini sering dihubungkan dengan pola makan yang bergula tinggi. Banyak penelitian yang menyimpulkan adanya suatu hubungan antara inaktifiti, pola makan yang bergula tinggi dan obesitas, sebagai pemicu kencing manis tipe II di usia muda.
Memang makanan bergula tinggi sudah menjadi tren di saat ini. Hal ini didukung kebutuhan akan makanan yang enak dikonsumsi, tidak adanya waktu untuk memasak sendiri makanan dan kejelian industri makanan yang melihat makanan bergula tinggi lebih disukai konsumen. Fakta inilah yang membuat makanan bergula tinggi menjadi konsumsi utama masyarakat saat ini.
A. Makanan bergula tinggi beresiko membuat kegemukan.
Sebenarnya tidak ada yang salah dengan mengkonsumsi makanan bergula tinggi, selama intake sesuai dengan output. Yaitu kalori dari konsumsi makanan bergula ini dihabiskan untuk aktifitas sehari-hari, sehingga tidak ada yang tersisa untuk ditimbun menjadi sebuah obesitas. Namun saat anda tidak mampu mengendalikan konsumsi makanan yang bergula tinggi, maka tubuh akan merespon dengan kenaikan berat badan pada awalnya. Dan akan diikuti dengan gejala penyakit degeneratif, seperti kencing manis, jika anda membiarkan obesitas terjadi.
Ada tolok ukur yang bisa anda lakukan saat anda sudah menjadi "korban" dari makanan bergula tinggi tersebut. Pertama, mungkin yang dirasakan adalah celana yang sudah tidak fit dengan lingkar perut atau sebut saja adanya kenaikan berat badan. Kedua, jika anda rajin cek up, maka angka gula darah, baik puasa ataupun tidak akan meningkat menuju borderline. Memang masih normal, tapi sudah menjadi peringatan bagi anda untuk mulai mengendalikan konsumsi makanan anda.
B. Cara mengendalikan makanan bergula tinggi di usia muda:
Atur pola makan.
Jika anda pekerja keras, maka menu sarapan dan makan siang anda boleh makanan yang bergula tinggi. Namun untuk makan malam usahakan makanan berserat, seperti sayuran dan buah-buahan, minimal 75 persen mendominasi menu makan malam anda. Dan jika aktifitas anda hanya duduk-duduk dan ngobrol, maka komposisi makanan bergula dan berserat adalah 50:50.
Olahraga teratur.
Dengan olahraga akan membakar kalori yang tidak terpakai oleh aktifitas harian anda. Jenis olahraga sesuaikan dengan tingkat konsumsi makanan anda. Jika anda sedang punya "makan besar", maka olahraga "hard exercise" akan tepat dilakukan. Seperti bersepeda, renang, senam aerobik, akan membakar kalori yang tersisa. Olahraga ringan, seperti jalan kaki, bisa saja dilakukan, namun dengan interval yang lebih lama.
Minum air yang banyak.
Konsumsi air putih yang banyak bisa membuat perut anda selalu terisi dan bermanfaat mengurangi konsumsi makanan. Air putih juga bermanfaat membuang kelebihan gula darah melalui ginjal.
Rutin cek up.
Kita tidak bisa mendengar apa yang dikeluhkan oleh tubuh, sering hanya dengan sakit kita memperhatikan kondisi tubuh kita. Maka dengan rutin cek up akan bisa mengetahui sejak dini ancaman bagi kesehatan kita. Terutama cek gula darah anda setiap bulan, karena saat gula darah sudah berada di borderline, anda sudah harus mengendalikan makanan harian anda.
Kadar gula darah yang tinggi memang berakibat serius bagi kesehatan. Maka mengendalikan makanan bergula tinggi sangat penting di usia muda.