.

Semangat adalah Kunci Pengobatan Stroke

24 Jun 2012

Pengobatan stroke yang lama dan pemulihan yang lambat sering menyebabkan penderita stroke patah semangat. Ketidakpastian akan pemulihan dari "kecacatan" yang diderita pasca serangan stroke, membuat mereka begitu tergantung pada orang atau keluarga yang merawatnya. 

Ketergantungan yang berkepanjangan menurunkan semangat hidup mereka. Padahal kunci pengobatan stroke adalah jangan sampai serangan stroke berulang dan penderita pulih, lepas dari ketergantungan kepada orang lain ataupun keluagannya.

Disini ada faktor penting dari anggota keluarga untuk memotivasi penderita stroke selama masa pengobatan, perawatan maupun dalam kehidupan sehari-hari. Ada sebuah kata bijak, "NEVER GIVE UP". Jangan pernah menyerah terhadap penyakit yang diderita, jangan pernah kalah melawan penyakit. Semangat untuk hidup adalah kunci dari pengobatan stroke.


Pada penderita stroke lanjut usia, sering penurunan pendengaran mengganggu proses komunikasi. Usia yang semakin uzur juga membuat mereka semakin tergantung pada keluarganya. Disini penting membangun komunikasi, pentingnya pengobatan bagi penderita stroke. Sering mereka menolak minum obat, memang beberapa obat stroke memiliki efek ke pencernaan dan menimbulkan akibat nafsu makan menurun. Apalagi diet tanpa garam yang dijalani, sering membuat mereka putus asa.

Ada hal penting yang harus dibangun dalam pikiran penderita stroke. Proses pengobatan, faktor resiko, diet yang harus dijalani, kontrol yang teratur. Dan mereka harus mengerti tentang penyakit yang dideritanya, penyebabnya, proses pengobatan yang sedang dijalani. Dengan membangun pemahaman akan penyakitnya, membuat penderita kooperatif dan bersemangat selama proses pemulihan. Semakin mereka tahu proses pengobatan yang sedang dijalani, akan membuat mereka bisa menikmati hidup ini. Karena sakit bukan berarti menderita... Selama kita hidup, kita yang mengatur hidup ini, bukan penyakit yang mengatur hidup kita...

Berikut beberapa faktor resiko yang harus diwaspadai selama pengobatan stroke:

Umur
Semakin usia bertambah, maka resiko terjadinya stroke berulang akan bertambah. Terutama golongan usia 45 tahun keatas.

Jenis kelamin
Ancaman stroke lebih besar pada wanita, mengingat semakin tingginya harapan hidup pada wanita.

Riwayat keluarga
Walau stroke bukanlah penyakit keturunan, tapi riwayat adanya keluarga yang pernah terkena stroke, dan stroke yang pernah dialami bisa meningkatkan resiko. Mungkin karena gaya hidup, pengaruh lingkungan dan pola makan yang sama.

Hipertensi
Atau tekanan darah tinggi merupakan faktor resiko utama stroke bisa berulang, harus ada usaha untuk mengobati tekanan darah tinggi dan mengontrol faktor yang menyebabkan tekanan darah tinggi.

Diabetes
Atau kencing manis lebih menyebabkan peningkatan faktor resiko pada stroke, karena adanya kemungkinan aterosklerosis dan kemungkinan peningkatan faktor resiko lainnya seperti: hipertensi, obesitas dan hiperlipidemia. Penelitian mengatakan bahwa pengontrolan tekanan darah pada kencing manis lebih efektif menurunkan resiko stroke dibanding pengontrolan gula darah. Pengontrolan gula darah lebih berguna untuk menghindari komplikasi mikrovaskular.

Obesitas
kegemukan merupakan faktor utama beberapa penyakit kardiovaskular dan stroke. Kemungkinanannya menjadi lebih tinggi seiring dengan peningkatan usia, dan kegemukan berhubungan dengan peningkatan tekanan darah, gula darah dan lemak.

In-aktifitas fisik
Tidak adanya aktifitas fisik yang rutin, bisa menambah resiko faktor resiko terjadinya penyakit kardiovaskular dan stroke. Beberapa penelitian menganjurkan adanya minimal 30 menit latihan fisik yang memacu jantung, seperti bersepeda, berlari, aerobik ataupun jogging. Sehingga bisa mengurangi faktor resiko terjadinya stroke.

Pola makan/nutrisi
Beberapa zat bergizi seperti buah-buahan dan sayur-sayuran bermanfaat mencegah terjadinya stroke. Terutama mengkonsumsi makanan yang menurunkan LDL cholesterol terbukti mengurangi faktor resiko stroke. Intinya pola makan yang sehat.

Merokok
Memang meningkatkan faktor resiko terjadinya stroke, terutama nikotin yang membantu penyempitan dan pengerasan pembuluh darah. Maka berhentilah merokok.

Alkohol/penyalahgunaan obat-obatan
Penggunaan alkohol dan narkoba bisa memicu terjadinya stroke, walau masih diragukan seberapa besar pengaruh alkohol jika dikonsumsi secara moderat. Namun menghindarinya jauh lebih baik mengingat banyaknya faktor resiko yang mungkin ada.

Setiap penyakit ada obatnya, dan obat yang terpenting adalah semangat untuk sembuh dari penyakit yang dideritanya. Dan lebih penting lagi mencegah stroke lebih baik dari mengobati stroke. 
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
logo
Copyright © 2013. Infotipso - All Rights Reserved